Kebakaran dan Hama Belalang Ancam Produksi Pangan Dunia

Prajurit TNI menyemprotkan air untuk memadamkan kebakaran lahan gambut di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (9/3/2021). Satgas Karhutla Riau terus berupaya melakukan pemadaman kebakaran lahan yang masih terjadi di Provinsi Riau agar bencana kabut asap tidak kembali terulang. (Foto: ANTARA FOTO/Rony Muharrman)

Penulis: Yoyok, Editor: Arif Sodhiq - Jumat, 19 Maret 2021 | 16:30 WIB

SariAgri - Kian meningkat dan amat parahnya bencana alam mulai dari kebakaran hebat hingga serangan hama belalang telah mengancam sistem produksi pangan dunia.

Hal itu diutarakan Badan Pangan dan Pertanian Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO) dalam laporan yang dirilis pada Kamis (18/3).

"Pemunculan bencana tahunan yang ekstrem telah melonjak tiga kali lipat sejak era tahun 70-an dan dampak ekonomi dari bencana itu terus meningkat," lapor FAO.

"Tak pernah dalam sejarah yang memiliki sistem pertanian pangan menghadapi serangkaian ancaman baru dan belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk kebakaran besar, cuaca ekstrem, serangan hama belalang yang luar biasa besar dan ancaman biologis yang muncul seperti pandemi covid-19," imbuh FAO.

Laporan FAO itu juga menerangkan bahwa ancaman bahaya ini tidak hanya merenggut nyawa tetapi juga menghancurkan mata pencaharian bidang pertanian dan menimbulkan konsekuensi ekonomi negatif yang dapat bertahan selama beberapa generasi.

Laporan FAO itu juga menjelaskan bahwa pandemi turut melumpuhkan sistem pertanian dan pangan karena tindakan pemerintah untuk membendung penyebaran virus korona mengakibatkan gangguan terhadap permintaan dan pasokan pangan.

Video Terkait