Anti Ribet! Begini 7 Cara Memanfaatkan Sampah Makanan

Ilustrasi Kulit Telur. (Pixabay)

Penulis: Tatang Adhiwidharta, Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 2 Maret 2021 | 12:40 WIB

SariAgri -  Sisa makanan biasanya menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar dalam rumah tangga. Biasanya sampah makanan tidak hanya berupa sisa-sisa, tetapi juga yang sudah tersimpan terlalu lama atau kadaluarsa.

Tak sedikit rasa penyesalan ketika harus membuang semua itu ke dalam tempat sampah. Apalagi Indonesia masuk urutan kedua penyumbang sampah makanan terbesar di dunia setelah Arab Saudi.

Menurut Badan Pangan PBB (FAO), sampah makanan di Indonesia mencapai 13 juta ton setiap tahun. Untuk mengalihfungsikan sisa makanan, ada salah satu cara agar tidak menjadi penyumbang sampah makanan.

Seperti dilansir dari Mashable, berikut terdapat tujuh cara untuk memanfaatkan sisa makanan:

1. Cangkang Telur untuk Pupuk

Bilas cangkang telur dengan air dan biarkan mengering. Selama bersih, kulit telur sebenarnya tidak berbau.

Setelah kering, hancurkan cangkangnya menjadi potongan-potongan kecil. Kemudian serpihan cangkang yang telah dihancurkan itu dapat disebarkan ke seluruh taman. Cangkang telur berfungsi sebagai pupuk karena kandungan kalsium dan mineral lain yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman.

2. Ampas kopi untuk Scrub Wajah dan Kulit

Ampas kopi sebaiknya dicampur dengan susu sampai tampak pucat. Kemudian gosokkan pada kulit seperti tangan dan kaki lalu diamkan selama 20 menit. Setelah itu bilaslah dan rasakan manfaatnya pada kulit.

3.Mayones untuk Pembersih Alat Dapur

Mayones yang berminyak berguna untuk membuat panci dan wajan baja bersinar sebagaimana mestinya. Cukup satu sendok dan lap dengan cepat.

Sebagai alternatif, mayones yang telah lama atau kadaluarsa dapat digunakan untuk menghilangkan sisa perekat lengket yang tertinggal oleh stiker dan benda-benda lain yang meninggalkan residu kotor.

4. Kulit Pisang Berguna untuk Perak

Kulit pisang dapat dimanfaatkan untuk membersihkan perak. Campurkan kulit pisang dengan air sampai mencapai konsistensi dan nampak pucak. Kemudian hasilnya dapat digunakan sebagai cat perak dan menghapus patina di barang perak.

5. Bir Kadaluarsa sebagai Pembersih Noda

Bir kadaluarsa masih dapat dimanfaatkan untuk membersihkan noda makanan atau kopi yang tampak di pakaian atau taplak meja. Cukup tuangkan sedikit bir pada noda lalu gosok dengan handuk bersih.

6. Menikmati Lagi Coklat Kadaluwarsa

Coklat yang telah kadaluwarsa masih dapat dinikmati. Namun tidak untuk coklat yang terdapat kandungan susu, kacang-kacangan dan buah-buahan. Ini khusus untuk coklat hitam murni.

Apabila cokelat telah kehilangan warna cokelatnya dan terdapat lapisan putih atau abu-abu, ini tidak berarti sudah busuk atau tidak aman untuk dikonsumsi. Justru meskipun rasanya tidak sedalam sebelumnya, masih bisa dimakan. Selain itu dapat juga dengan melelehkannya untuk keperluan memanggang.

Fenomena ini disebut 'mekar coklat' - selanjutnya dibagi menjadi dua jenis 'mekar' - mekar gula dan mekar lemak. Perkembangan gula terjadi ketika kelembapan bersentuhan dengan kristal gula kecil di permukaan cokelat. Ini membentuk lapisan bubuk putih.

Baca Juga: Anti Ribet! Begini 7 Cara Memanfaatkan Sampah Makanan
Canggih, Peneliti Indonesia Ciptakan Aplikasi untuk Tentukan Kualitas Padi

Pembengkakan lemak adalah hasil dari kondisi penyimpanan yang tidak tepat dan fluktuasi suhu yang ekstrim. Ini memberi coklat penampilan putih/abu-abu yang serupa, dan membuatnya sangat lembut saat disentuh.

7. Alpukat untuk Pelembab Rambut

Seringkali terlalu lama menyimpan alpukat membuatnya terlalu matang. Sehingga alpukat tampak busuk. Oleskan pada rambut basah atau kering, dan biarkan selama sekitar satu jam. Setelah itu baru keramas seperti biasa.

Video Terkait