Jaga Ketahanan Pangan, KemenPUPR Kembangkan Food Estate Berkelanjutan

Lahan di kawasan food estate Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng). (SariAgri/Arif Ferdianto)

Penulis: Arif Sodhiq, Editor: Redaksi Sariagri - Minggu, 28 Februari 2021 | 13:00 WIB

SariAgri - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaksanakan pengembangan dan pengelolaan food estate berkelanjutan dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan dari sisi pemenuhan kebutuhan pangan, Food and Agriculture Organization (FAO) telah mengeluarkan peringatan akan terjadinya krisis pangan akibat pandemi COVID-19.

"Untuk menghadapi tantangan ini, Kementerian PUPR melaksanakan pengembangan dan pengelolaan food estate berkelanjutan untuk meningkatkan ketahanan pangan sekaligus mendukung pemulihan ekonomi nasional dengan menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19," ujar Basuki dalam keterangan tertulis, Minggu (28/2/2021).

Di tengah pandemi COVID-19 Kementerian PUPR terus berupaya mencapai target pembangunan infrastruktur guna membantu pemulihan ekonomi nasional (PEN) melalui peningkatan belanja negara. Salah satu pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan adalah pengembangan dan pengelolaan food estate.

Berita Pangan - Baca Juga: Teknologi Pertanian Pintar Dikembangkan untuk Tekan Biaya Produksi
10 Provinsi Penghasil Beras Terbesar di Indonesia - Berita Pangan

Saat ini Kementerian PUPR tengah mengembangkan food estate seluas 165.000 hektar di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng). Selain itu, food estate juga telah diprogramkan di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur dan Papua.

Basuki mengatakan food estate merupakan arahan Presiden Joko Widodo sebagai prioritas untuk menjaga kedaulatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui ketahanan pangan nasional.

Dalam pengembangannya muncul beberapa tantangan yang dihadapi. Secara garis besar tantangan tersebut meliputi tata kelola air, ekonomi masyarakat, lingkungan, kelembagaan dan pembiayaan.

Baca Juga: Jaga Ketahanan Pangan, KemenPUPR Kembangkan Food Estate Berkelanjutan
Atasi Banjir di Lahan Food Estate, Kementan dan KemenPUPR Salurkan Pompa

“Di masing-masing lokasi pengembangan food estate pasti memiliki karakter dan tantangan yang berbeda-beda. Di Kalimantan Tengah kita revitalisasi lahan eks-PLG yang bukan lahan gambut, tetapi alluvial seluas 165.000 ha. Itu semua butuh tata kelola air yang sangat detail dan akurat. Di sini kita prioritaskan penanganan drainasenya sehingga lahan tidak tergenang dan bisa ditanami," kata Menteri PUPR.

Sementara di Sumatera Utara dan NTT yang merupakan lahan kering difokuskan ke irigasinya menggunakan gun sprinkler. Dibutuhkan pemikiran dan kolaborasi dari berbagai sektor untuk mendapat solusi yang tepat dan dapat diaplikasikan di lapangan.

Berita Pangan : Petani Milenial Solusi Ketahanan Pangan

Video Terkait