Pembuatan Telur Asin, Jadi Peluang Ekonomi Baru di Tengah Pandemi

Kelompok penerima manfaat PKH di desa Jeringo, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat NTB, tengah memproduksi Telur Asin (Sariagri/ Yongki)

Penulis: Andry, Editor: Reza P - Jumat, 12 Februari 2021 | 21:30 WIB

SariAgri - Kelompok Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di desa Jeringo Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat NTB, menerima pelatihan pembuatan telur asin dari koordinator pendamping PKH yang bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat Dompet Amal Sejahtera Ibnu Abbas (Laz Dazi) NTB. Pelatihan ini diharapkan menjadi peluang usaha baru para penerima manfaat PKH ditengah pandemi saat ini.

Koordinator pendamping PKH Wilayah kecamatan Gunung Sari Zaenudin menerangkan, selain mendatangkan keuntungan yang menjanjikan, olahan telur asin dipilih sebagai aktifitas baru para KPM PKH karena menurutnya banyak diminati masyarakat dan menjadi hidangan favorit di sejumlah rumah makan di Kabupaten Lombok Barat.

"Telur asin ini kan menjadi makanan semua orang yang bisa dicicipi oleh ekonomi kelas bawah maupun menengah ke atas, sehingga sangat tepat jika kita pilih sebagai solusi untuk memberdayakan mereka," ucapnya saat dikonfirmasi Sariagri.

Menurutnya Pengembangan bisnis telur asin dinilai cukup menjanjikan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, terlebih tujuan utama dari PKH itu sendiri salah satunya meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk mendukung peningkatan kesejahteraan dari kelompok miskin.

"Selain mendapatkan bantuan seperti uang tunai dari pemerintah, masyarakat ini juga bisa memanfaatkan potensi mereka, terutama telur asin ini. Karena di pendampingan PKH juga ada yang namanya Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) yang wajib diikuti," jelasnya.

Adapun telur yang dipilih merupakan telur bebek dengan proses pembuatannya yang menghabiskan waktu dari 12 hari hingga 14 hari, sampai bisa dijual untuk dikonsumsi.

Untuk produksinya sendiri, sekali produksi para KPM bisa menghasilkan sebanyak 200 butir telur asin. Sementara untuk biaya pengolahannya 1 butir telur ditaksir sekitar Rp 2.500, jika sudah menjadi telur asin bisa dijual hingga Rp 4.000 per butirnya.

"Produksi pertama saat pelatihan kita sudah menghasilkan 200 butir telur asin. Jika dijual kan itu bisa mendapatkan hasil yang lumayan," katanya.

Baca Juga: Pembuatan Telur Asin, Jadi Peluang Ekonomi Baru di Tengah Pandemi
Wali Kota Bandung Ajak Warga Manfaatkan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan

Pihaknya berharap produksi telur asin bisa dikembangkan oleh para KPM PKH yang berjumlah 200an di wilayahnya, sementara yang saat ini baru bisa di akomodir olehnya berjumlah 20 orang. Sebagai tahap awal, hasil produksi pertama akan dijadikan modal utama untuk mengembangkan produksi telur asin.

"Hasil produksi pertama ini kita jual untuk modal awal, selanjutnya kita berharap agar para KPM bisa mengembangkan potensi telur asin ini untuk meningkatkan ekonomi mereka," tutupnya.

Video Terkait