Kemenperin Dorong IKM Pangan Bersaing dengan Produk Impor

Ilustrasi Keju (Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Kamis, 28 Januari 2021 | 19:00 WIB

SariAgri - Industri Kecil Menengah (IKM) sektor pangan saat ini telah mampu menciptakan inovasi sehingga produk yang dihasilkan dapat bersaing dengan produk impor. Kementerian Perindustrian melalui Indonesia Food Innovation (IFI) pada tahun 2020 telah menghasilkan produk pangan berkualitas yang mampu bersaing dengan produk impor.

“Melalui ajang IFI ini para pelaku IKM sektor pangan akan siap menjadi industri pangan yang menguntungkan, dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan memiliki bisnis yang berkelanjutan,” ujar Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Kamis (28/1/2021).

Gati menyebut salah satu IKM pangan yang sudah menerapkan teknologi untuk menciptakan produk pangan inovatif dan kompetitif. Produk tersebut adalah olahan keju yang diproduksi CV Rosalie Kalyana dari Bali.

“Setelah melalui penjurian dan pelatihan dari para ahli, Rosalie Kalyana berhasil menjadi pemenang pertama IFI 2020 kategori produk pangan olahan karena keunikan dan kualitasnya,” kata Gati.

Produk unggulan CV Rosalie adalah Rosalie Cheese. Produk yang dipelopori Ayu Utami Linggih ini telah diproduksi sejak empat tahun lalu. Rosalie Cheese dibuat menggunakan bahan dasar susu kambing etawa yang berasal dari peternak di Jawa Timur dan Bali.

Menurut Ayu, nutrisi dalam susu kambing etawa lebih tinggi dari pada susu sapi dan relatif lebih mudah dicerna tubuh manusia.

“Kami menggunakan teknik pembuatan keju tradisional dan susu kambing lokal yang memiliki cita rasa khas karena tergantung dari pakan, iklim dan lingkungan di sekitar peternakan,” terang Ayu.

Selain itu keju Rosalie diolah tanpa tambahan bahan pengawet dan pewarna, dan daya tahannya beragam dari tiga hingga delapan bulan tergantung jenis keju.

Baca Juga: Kemenperin Dorong IKM Pangan Bersaing dengan Produk Impor
Dua IKM Purbalingga Raih Sertifikat HACCP Untuk Permudah Ekspor

“Keju Rosalie ini benar-benar inovasi panganan lokal yang kaya nutrisi, tapi sangat terjangkau harganya,” kata Gati.

Kemenperin berharap semakin banyak industri pangan baru yang mengolah beragam bahan baku lokal menjadi panganan kelas internasional.

Video Terkait