Manfaat dan Kekhawatiran Konsumsi Kedelai

Ilustrasi Kedelai (Pixabay)

Penulis: Arif Sodhiq, Editor: Redaksi Sariagri - Senin, 4 Januari 2021 | 12:00 WIB

SariAgri - Kedelai mengandung protein nabati yang baik untuk dikonsumsi, terutama vegetarian. Selain itu kedelai membantu menurunkan kadar gula darah, meningkatkan kesehatan jantung, mengurangi gejala menopause, dan bahkan menurunkan risiko kanker tertentu.

Namun di sisi lain sebagian orang mengkhawatirkan pola konsumsi kedelai bagi kesehatan mereka. Mereka khawatir terlalu banyak mengonsumsi kedelai dapat meningkatkan risiko kanker payudara, menghambat fungsi tiroid atau memiliki efek feminisasi pada pria.

Dilansir Healthline, kedelai dan produk olahannya umumnya kaya protein, serat, vitamin, mineral dan antioksidan. Kedelai juga mengandung isoflavon yang dipercaya bermanfaat bagi kesehatan.

Makanan berbahan dasar kedelai dapat meningkatkan kesehatan jantung dan menurunkan tekanan darah, gula darah dan kadar kolesterol. Selain itu juga dapat meningkatkan kesuburan, mengurangi gejala menopause dan melindungi dari kanker tertentu. Namun semua itu masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Berita Pangan - Baca Juga: 5 Olahan Kedelai yang Digemari di Jepang
Ketergantungan Impor Berdampak pada Produksi Kedelai Dalam Negeri

Makanan dari kedelai yang diproses dengan cara sederhana seperti tahu, tempe, edamame, serta susu dan yogurt kedelai tanpa pemanis dianggap lebih unggul dibanding yang diproses melalui tahapan panjang. makanan dari kedelai yang difermentasi juga memberikan manfaat tambahan.

Baca Juga: Manfaat dan Kekhawatiran Konsumsi Kedelai
Jawawut, Makanan Pokok Bernutrisi Tinggi yang Kian Langka

Meski begitu beberapa orang mengkhawatirkan kandungan GMO dalam kedelai yang bisa memberikan efek seperti estrogen dan pengaruh jangka panjang pada pertumbuhan, pencernaan, kesehatan tiroid dan risiko kanker payudara.

Namun hingga kini hanya sedikit dari kekhawatiran tersebut yang didukung sains sehingga dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk membuktikannya. Tapi setidaknya jika ingin memasukkan kedelai dalam daftar pola makan bisa memilih makanan yang diproses secara sederhana dibanding yang diproses panjang. (Istihanah Soejoethi)

Harga Pangan - Kisah Haru Gadis Cantik dan Menginspirasi

Video Terkait