Jawawut, Makanan Pokok Bernutrisi Tinggi yang Kian Langka

Biji jawawut. (Foter.com)

Penulis: Dera, Editor: Redaksi Sariagri - Sabtu, 2 Januari 2021 | 10:00 WIB

SariAgri - Jawawut (Setaria italica), tanaman yang satu ini pernah jadi makanan pokok masyarakat Asia Timur dan Asia Tenggara sebelum dikenalnya budi daya padi seperti sekarang. Jawawut termasuk pelopor tanaman milet yang penanamannya paling luas di seluruh dunia.

Tanaman semusim ini, pertama kali ditemukan pada sekitar 5.000 tahun sebelum masehi di Cina. Jawawut adalah satu-satunya jenis biji-bijian yag dibudidayakan di negeri tirai bambu tersebut. Tanaman ini kemudian menyebar ke Eropa sekitar tahun 3000 sebelum masehi, di mana orang Romawi banyak yang membudidayakannya dan kini dikenal dengan nama Milet Italia.

Sementara di sejumlah daerah di Indonesia, Jawawut dikenal dengan nama lokal seperti Hotong (Maluku) dan Botok (NusaTenggara), Jawa (Sumatera), Jawae (Dayak) Sekui (Melayu), Sakuih (Minangkabau), Randau (Lampung), Sekoi (Bengkulu).

Tanaman jawawut. (Foter.com)
Tanaman jawawut. (Foter.com)

Berita Pangan - Baca Juga: Biar Lebih Awet, Begini Cara Pengolahan Susu Segar Agar Tak Cepat Basi
10 Manfaat Air Tebu Bagi Tubuh, Bisa Cegah Kanker Hingga Hilangkan Jerawat

Di Bengkulu misalnya, Bubur sekoi adalah salah satu makanan favorit saat bulan ramadhan tiba. Banyak orang memburunya sebagai salah satu menu takjil yang rasanya unik dan lezat. Namun keberadaan menu berbahan dasar jawawut ini mulai langka karena bahan pokok yang semakin sulit dicari. Padahal kandungan nutrisi jawawut tidak kalah dibanding jenis makanan pokok lainnya.

Jawawut tumbuh subur di daerah tropis dengan ketinggian mencapai 150-175 cm. Batangnya lurus tegak atau bercabang dengan daun tunggal berseling membentuk garis atau pita berukuran 15-30 cm. Bentuk daun meruncing di bagian ujung dengan tulang daun menonjol.

Malainya rapat berambut dengan panjang mencapai 30 cm sehingga di Inggris disebut dengan nama Foxtail Millet. Bijinya kecil dengan diamter hanya sekitar 3 mm dan warna yang beraneka ragam mulai dari hitam, merah, ungu sampai jingga kecoklatan.

Baca Juga: Jawawut, Makanan Pokok Bernutrisi Tinggi yang Kian Langka
Complete Feed, Pakan Sapi Alternatif yang Lebih Praktis dan Efisien

Ada dua varietas Jawawut yang biasa dibudidayakan yaitu Setaria italica var. italica untuk dikonsumsi manusia dan Setaria italica var. Moharica untuk pakan ternak atau burung. Tanaman ini cocok dibudidayakan pada musim kemrau karena cukup toleran terhadap kekeringan dan mudah beradaptasi pada lahan yang kurang subur.

Jawawut memiliki kandungan nutrisi cukup tinggi, bebas gluten dan indeks glikemik yang rendah. Sehingga cocok dikonsumsi oleh penderita diabaetes. Kandungan protein jawawut juga tergolong tinggi yaitu sekitar 12 persen, lebih tinggi dibandingpadi yang rata-rata hanya 7 persen.

Harga Pangan - Kisah Haru Gadis Cantik dan Menginspirasi

Video Terkait