Harga Bahan Pokok di Lombok Meroket Jelang Tahun Baru

Suasana pasar tradisonal di Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. (Foto: Sariagri/Yongki)

Editor: M Kautsar - Kamis, 24 Desember 2020 | 15:01 WIB

SariAgri - Jelang perayan Natal dan Tahun Baru 2021, harga bahan pokok disejumlah daerah di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meroket hingga mencapai 50 persen dari harga sebelumnya.

Nurimah, seorang pedagang di pasar tradisional desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat mengatakan kenaikan harga bahan pokok terjadi sejak sepekan terakhir karena dipicu minimnya ketersediaan pangan di para petani maupun peternak.

Nurimah merasa sejak beberapa hari terakhir kesulitan mendapatkan barang di para peternak akibat meningkatnya kebutuhan masyarakat jelang tahun baru saat ini.

"Sekarang ayam sudah mulai langka di peternak, makanya harganya naik. Sedangkan yang nyari banyak," kata Nurimah.

Biasanya harga ayam potong yang dijualnya ditaksir mencapai Rp25 ribu, kini naik hingga Rp42 ribu per kilogramnya.

"Kemarin kita jual 25 ribu sekarang naik karena yang sediakan ayam ditempat saya ngambil jarang ada," ungkapnya.

Hal serupa juga terjadi pada komoditas pertanian seperti cabai rawit yang berada di kisaran Rp35 ribu yang sebelumnya Rp28 ribu, sedangkan cabai besar juga turut naik dari harga Rp30 ribu menjadi Rp38 ribu.

Tidak hanya harga cabai, harga tomat juga naik dari Rp7 ribu menjadi Rp8 ribu, disusul harga bawang merah yang seharga Rp20 ribu kini menjadi Rp30 ribu. Sementara untuk bawang putih sedikit mengalami kenaikan dari harga Rp20 ribu menjadi Rp30 ribu.

Peningkatan harga yang terjadi nyaris setiap tahun ini menjadi perhatian serius pemerintah setempat dengan melakukan upaya untuk menjamin ketersediaan bahan pangan sehingga harga di pasaran bisa tetap stabil.

"Setiap hari-hari besar seperti tahun baru dan Natal ini kami tetap melakukan pemantauan secara berkala ke sejumlah pasar, namun demikian kita juga tetap memantau ketersediaan pangan," ujar Lalu Agha Farabi, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupeten Lombok Barat, Rabu (23/12).

Farabi menjelaskan, peningkatan harga ini di setiap hari besar pasti terjadi. Untuk itu, pihaknya menghimbau agar para pedagang tidak memanfaatkan momen hari besar untuk menaikan harga kebutuhan pokok.

"Kita menghimbau kepada para pedagang agar tidak memanfaatkan momentum hari besar seperti Natal dan tahun baru ini untuk menaikan harga, agar harga di pasaran tetap terbilang stabil," ucap dia. (Sariagri/Yongki)