Harga Pangan Dunia Melambung, Tertinggi Sejak 2014

Deklarasi Kawasan Daulat Pangan (Antara)

Editor: M Kautsar - Senin, 21 Desember 2020 | 14:15 WIB

SariAgri - Organisasi pangan Dunia (FAO) menyatakan Indeks harga pangan dunia terus mengalami kenaikan sepanjang enam bulan terakhir hingga November 2020. Angka kenaikan selama periode pandemi Covid-19 ini adalah kenaikan tertinggi harga pangan global dalam enam tahun terakhir. Kenaikan indeks dipicu naiknya sejumlah harga pangan seperti minyak sayur, gandum dan daging.

Menurut FAO, Indeks harga pangan dunia pada November mencapai angka 105. Angka ini sedikit lebih tinggi dari nilai  Oktober 2020 yang direvisi menjadi 101. Sementara Indeks harga pangan Oktober tahun sebelumnya tercatat pada angka 100,9.

FAO menerbitkan secara berkala indeks harga pangan dunia, dengan menghitung rata-rata perubahan harga untuk sekeranjang gandum, minyak, susu dan produk turunannya, daging dan gula.

Menurut FAO, yang dilaporkan Reuters, kenaikan harga minyak sayur dipicu gejolak harga minyak sawit dan menurunnya persediaan sawit dunia. Komoditas itu naik 14,5 persen (bulan per bulan).

Pada November, harga gandum naik 2,5 persen dan beberapa komoditas turunannya naik 19,9 persen dari nilai rata-rata pada tahun lalu. Harga ekspor gandum juga mengalami lonjakan tinggi akibat berkurangnya target produksi di Argentina. Sementara sebagian harga jagung naik karena target produksi yang lebih rendah di Amerika Serikat dan Ukraina.

Penyerapan gandum dunia pada 2020/2021 diprediksi mencapai 2,744 miliar ton, sedikit berubah dari perkiraan sebelumnya dan naik 1,9 persen jika dibandingkan dengan nilai pada 2019/2020.

Persediaan gandum dunia pada akhir musim dingin 2021 diprediksi mencapai 866,4 juta ton, turun 9,6 juta ton dari perkiraan sebelumnya yang diumumkan pada November.

"Rasio persediaan terhadap penggunaan untuk komoditas gandum dunia akan turun dari 31,8 persen pada 2019/2020 jadi 30,7 pada 2020/2021, nilai itu jadi yang terendah dalam lima tahun terakhir, tetapi masih relatif aman," jelas FAO.

Sementara, indeks harga sereal naik 2,5 persen dari Oktober. Apabila dibandingkan periode yang sama tahun lalu, indeks melonjak hampir 20 persen

Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas gula. Rata-rata indeks harga gula naik 3,3 persen sejak Oktober 2020. Sedangkan Indeks harga susu naik 0,9 persen dan indeks harga daging yang selama sembilan bulan berturut-turut mengalami penurunan, naik sebesar 0,9 persen. (Sariagri/Antoni Hutasoit)

Video Terkait