Patut Dicoba, 6 Jenis Kecap Ini Bisa Bikin Makanan Tambah Lezat

Ilustrasi kecap kedelai. (Freepik)

Editor: Dera - Kamis, 17 Desember 2020 | 19:00 WIB

SariAgri - Kecap merupakan cairan yang diperoleh dari fermentasi ikan dengan garam atau kedelai dan air. Kecap biasanya digunakan sebagai bumbu untuk memasak, pencelupan makanan laut dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat Timur.

Melansir Healthline, salah satu kecap yang populer di ASEAN adalah kecap ikan. Kecap ikan merupakan bahan makanan yang terbuat dari ikan teri asin atau ikan lain yang telah difermentasi hingga 2 tahun.

Umumnya kecap ikan digunakan pada masakan Asia Tenggara, kecap ikan memberikan rasa yang kaya, gurih dan lezat, seperti pada makanan pad thai, pho, salad pepaya hijau dan tumis.

Selain kecap ikan, berikut 6 kecap yang patut dicoba pada sajian masakanmu.

1. Kecap kedelai

Kecap yang terbuat dari kedelai yang difermentasi, air, garam dan gandum merupakan alternatif yang sangat direkomendasikan sebagai pengganti kecap ikan sehingga sangat cocok bagi Sobat Agri yang vegan. Asam amino dalam kedelai memiliki rasa umami yang kaya dengan sedikit rasa manis.

Umami merupakan salah satu dari lima cita rasa utama, seperti manis, pahit, asam dan asin. Diterjemahkan dari bahasa Jepang, umami berarti "rasa yang enak dan gurih".

2. Tamari

Tamari adalah sejenis kecap yang diproses secara berbeda dari kecap tradisional dan menggunakan bahan yang berbeda pula. Ini termasuk air, garam, dan pasta miso yang mengandung kedelai.

Kecap tamari bisa dikatakan sebagai kecap yang termasuk jenis air garam atau disebut moromi, serta jenis jamur yang disebut koji. Tidak seperti kecap pada umumnya, kecap tamari mengandung sedikit atau tanpa gandum, menjadikannya pilihan yang cocok bagi Sobat Agri yang menghindari gluten.

Tamari memiliki rasa umami yang lebih kaya, lebih kuat dan kurang asin dibandingkan kecap karena kandungan protein kedelai yang lebih tinggi.

3. Saus tiram

Saus tiram biasanya digunakan sebagai pengganti kecap ikan di sebagian besar resep tumis, karena memiliki rasa gurih yang serupa. Namun, saus tiram sedikit lebih kental dan tidak akan menjadi pengganti yang baik untuk hidangan yang membutuhkan saus ikan yang kental.

4. Kecap ikan vegan

Sobat Agri seorang vegan atau alergi ikan? Ada banyak saus ikan vegan yang tersedia. Biasanya dibuat dari jamur shiitake, cairan amino dan kecap. Amino cair pada kecap ikan vegan berasal dari ekstrak nira kelapa yang difermentasi atau kedelai yang dihidrolisis yang dicampur dengan air dan garam.

5. Rumput laut

Rumput laut adalah istilah umum untuk tumbuhan dan alga yang tumbuh di air. rumput laut bergizi dan tinggi asam amino glutamat yang kaya akan rasa umami. Karena itu, biasanya ditambahkan ke kaldu dan sup di banyak hidangan Jepang dan Korea.

Jenis rumput laut glutamat tinggi antara lain nori dan jenis kombu, seperti rausu, ma, rishiri, hidaka dan naga. Jika Sobat Agri ingin mengurangi rasa umami, pilih rumput laut jenis wakame. Jenis wakame memiliki kandungan glutamat lebih rendah. Rumput laut segar dan kering merupakan alternatif yang baik untuk kecap ikan.

Baca Juga: Patut Dicoba, 6 Jenis Kecap Ini Bisa Bikin Makanan Tambah Lezat
Tepung Rumput Laut Bisa Jadi Alternatif Pengenyal Bakso Daging Sapi

6. Saus worcestershire

Saus Worcestershire populer di Inggris dan negara-negara sekitarnya karena memiliki rasa yang sangat gurih. Terbuat dari ikan teri, molase, asam jawa, cuka, cengkih, bawang merah.

Karena saus worcestershire dibuat menggunakan ikan teri dan difermentasi hingga 18 bulan dan memberikan rasa umami. Konon, saus Worcestershire jauh lebih rendah natrium pada 65 mg per sendok teh (5mL) sedikit lebih kental. (Sariagri/ArlySalim)

Video Terkait