Apakah Air dalam Kemasan Bisa Kadaluarsa? Ini Jawabannya

Pangan - Ilustrasi Minum Air Putih (Unsplash)

Editor: Reza P - Sabtu, 31 Oktober 2020 | 16:00 WIB

SariAgri - Saat ini air kemasan bukan lagi barang langka, dengan dalih kepraktisan air minum kemasan sudah menjadi hal lumrah disajikan dalam situasi apa pun. Entah di perjalanan maupun dalam sebuah acara keluarga sekali pun. Namun pernahkah Sobat Agri melihat tanggal kadaluarsa saat membeli sebotol air minum kemasan?

Melansir dari laman Healthline, air kemasan yang berlabel kadaluarsa pertama kali diterapkan di New Jersey Amerika Serikat pada tahun 1987. Negara itu adalah yang pertama kali dan satu-satunya yang mengeluarkan undang-undang dengan mewajibkan semua produk makanan termasuk air kemasan memiliki tanggal kadaluarsa selama 2 tahun atau kurang dari tanggal pembuatan.

Ketika UU ini disahkan, pencetakan tanggal kadaluarsa menjadi standar industri untuk produsen air minum kemasan di negara tersebut.

Namun, undang-undang ini kemudian diubah, sehingga tidak ada lagi peraturan di Amerika Serikat saat ini yang mewajibkan produsen untuk mencetak tanggal kadaluarsa pada air minum kemasan.

Meski demikian, minum air kemasan dalam botol plastik yang jauh melebihi tanggal kadaluarsa tentu tidak baik bagi kesehatan. Hal tersebut berkaitan dengan bahan plastik yang digunakan yang mudah larut dalam air seiring lamanya waktu penggunaan.

Bahan kimia seperti Antimon dan Bisphenol A (BPA) jika termakan secara terus menerus, senyawanya akan terakumulasi dalam tubuh dan dapat membahayakan kesehatan usus, imunitas tubuh, dan fungsi pernapasan. Selain itu, air kemasan yang berkarbonasi akan membuat air berubah rasa menjadi hambar.

Kiat Menyimpan Air Kemasan

Menyimpan air kemasan dengan benar dapat membantu mencegah pertumbuhan bakteri dan mengurangi risiko efek samping, seperti mual, sakit perut, muntah, dan diare.

Baca Juga: Apakah Air dalam Kemasan Bisa Kadaluarsa? Ini Jawabannya
Manfaat Positif Gunakan Daun Pisang Sebagai Pembungkus Makanan

Secara khusus, suhu hangat dapat mendorong pertumbuhan bakteri dan meningkatkan pelepasan bahan kimia plastik berbahaya ke dalam air. Simpan air kemasan di tempat yang sejuk dan hindari terkena sinar matahari langsung sebagai upaya mengurangi risiko efek kesehatan negatif.

Karena botol plastik juga semi permeable (bisa dilalui zat-zat tertentu), yang terbaik adalah menyimpan air botolan jauh dari bahan-bahan pembersih rumah tangga dan bahan kimia.

Video Terkait