Tak Layak Konsumsi, Warga Situbondo Kembalikan Bansos Beras Bulog

Berita pangan - Sugianti, salah seorang maskin penerima bantuan Bulog (Foto: Sariagri/Arief L)

Editor: M Kautsar - Selasa, 20 Oktober 2020 | 13:00 WIB

SariAgri - Puluhan warga RT 3/RW 12, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Pandji, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur menggelar aksi protes atas bantuan sosial beras (BSB) dari pemerintah yang disalurkan melelalui Bulog. Alasannya, kondisinya sangat buruk.

Warga mengaku, beras bantuan pangan keluarga harapan (PKH) ini, kondisinya mengeluarkan bau tak sedap dan berwarna kekuningan sehingga tidak layak konsumsi. Di tengah aksi, puluhan warga membawa masing-masing karung beras bantuan seberat 15 kilogram untuk selanjutnya dikembalikan ke kantor lurah setempat.

“Beras bantuan bulog yang kami dapat dari kelurahan bau apek, rasanya juga tak enak. Tak layak dikonsumsi, ini beras bantuan jelek sekali. Lebih baik bantuan dalam bentuk uang yang katanya Rp500 ribu, kalo ini 15 kilo harga berapa kualitasnya koq buruk sekali," kata Sugianti, salah seorang maskin penerima bantuan kepada SariAgri, Senin (19/10).

Bahkan dalam membuktikan beras dalam keadaan bau apek dan tak layak dikonsumsi, warga beramai-ramai membukanya. Kepada Sariagri, beras itu pun dicoba di masak dan hasilnya diketahui memang tak layak konsumsi.

“Bagaimana, rasanya benar tidak enak seperti beras yang sudah lama kadaluarsa dan baunya apek. Bagaimana bisa dimakan kalau beras bantuan seperti ini," ungkap Sugianti sambil memuntahkan nasi ke tanah.

Dia menambahkan harga premium di pasaran Rp11 ribu per kilogram rasanya jauh lebih baik dibandingkan beras bantuan dari Bulog. Dia menduga ada yang sengaja memanfaatkan derita warga miskin di tengah pandemi Covid-19 dengan memainkan beras bantuan.

Sementara itu Ketua RT 3, Kelurahan Mimbaan, Hari Trianto, mengaku terkejut atas kondisi beras bantua yang tak layak konsumsi. Hari berharap pemerintah pusat, untuk menyelidiki kasus ini karena beras yang tak layak dikonsumsi tersebut masih banyak yang didistribusikan pada masyarakat.

“Beras yang diserahkan tidak sesuai dengan yang diberikan saat seremonial. Waktu itu katanya beras bantuan Bulog layak makan, tapi nyatanya beras mengeluarkan bau tak sedap dan kotor sekali. Kami menduga ini ada permainan dari pihak yang sengaja ingin mengambil keuntungan dari warga miskin," ucap Hari Trianto.

Hari meminta kepada warga yang telah menerima beras tak layak konsumsi untuk segera seluruhnya dikembalikan. Pihak Bulog juga diminta segera menarik kembali beras yang tak layak konsumsi tersebut. Hari mendesak bantuan dirupakan dalam bentuk uang karena telah merugikan warga.

“Kami berharap bantuan beras yang tak layak konsumsi, diganti dengan uang seperti bantuan non PKH," ujarnya.

Saat ini di Kabupaten Situbondo, ada 39.795 masyarakat penerima program bantuan beras keluarga harapan dan sebanyak 596.925 kilogram bantuan sosial beras dari Bulog telah didistribusikan pada masyarakat penerima manfaat. (Sariagri/Arief L)

Video Terkait