Peneliti Ungkap Virus Corona Bisa Bertahan di Daging Beku Selama 3 Minggu

Ilustrasi Virus Corona (Pixabay)

Penulis: Reza P, Editor: Dera - Selasa, 15 September 2020 | 13:30 WIB

SariAgri - Dalam sebuah penelitian terbaru yang hasilnya dirilis dalam jurnal BioRxiv, menemukan fakta bahwa SARS-CoV-2 atau virus penyebab covid-19 ternyata dapat menempel dan hidup selama 3 minggu di daging dan ikan beku.

Penelitian ini diperkuat dengan laporan terbaru dari Shenzen, Cina, yang menemukan adanya materi genetik SARS-CoV-2 bukan virus hidup yang  berada pada permukaan sayap ayam yang beku. Para ilmuwan menjelaskan mengapa wabah terjadi di negara-negara yang tidak memiliki kasus dalam waktu yang lama.

Melansir dari laman Telegraph, penelitian dilakukan pada irisan salmon, ayam dan babi yang dijual di supermarket lalu ditambahkan sampel virus ke dalamnya. Daging tersebut lantas disimpan dalam suhu beku standar antara 4 sampai -20 derajat Celcius. Setelah sampai di 21 hari, para peneliti menemukan virus tersebut masih ada pada sampel daging yang dibekukan tersebut.

Para ilmuwan berpendapat bahwa penularan virus melalui makanan yang terkontaminasi bukanlah jalur infeksi utama, melainkan dari perpindahan barang yang terkontaminasi ke wilayah tanpa infeksi yang akhirnya berpotensi dapat memicu wabah.

Hipotesis dari penelitian ini menjelaskan bahwa pekerja di pabrik pengolahan daging berpotensi menjadi penyebar virus setelah terpapar daging yang terinfeksi yang sebelumnya dibekukan di negara lain.

"Wabah baru-baru ini muncul di Vietnam, Selandia Baru dan sebagian Cina di mana tidak ada kasus selama beberapa bulan. Makanan impor yang terkontaminasi dan kemasannya merupakan sumber wabah dalam kelompok yang ada," jelas peneliti seperti dikutip dari The Sun.

Baca Juga: Peneliti Ungkap Virus Corona Bisa Bertahan di Daging Beku Selama 3 Minggu
Fakta di Balik Tahu Tempe yang Ternyata Ampuh Menjaga Kesehatan Jantung

Walaupun beberapa waktu lalu CDC menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa penularan covid-19 berasal dari menangani atau mengonsumsi makanan.

WHO juga telah mengeluarkan pernyataan tentang keamanan dan penanganan pangan, "sangat tidak mungkin seseorang dapat tertular covid-19 dari makanan atau kemasan makanan".

Video Terkait