Ternyata, Serangga Ini Lebih Kaya Nutrisi Dibanding Sapi atau Ayam

Ilustrasi kuliner serangga (Foto: Istimewa)

Editor: M Kautsar - Senin, 14 September 2020 | 15:30 WIB

SariAgri - Dibandingkan dengan ternak konvensional, serangga sangat efisien dalam mengubah makanan menjadi bobot badan dalam tubuh manusia. Misalnya, untuk mendapatkan berat badan 1 kilogram, seorang manusia cukup mengkonsumsi 2,1 kilogram jangkrik, dibandingkan dengan 4,5 kilogram daging ayam, 9,1 kilogram daging babi, dan 25 kilogram daging sapi, demikian informasi yang dikutip dari Britannica.

Memang tidak mudah untuk menggeneralisasi nilai gizi dari banyak spesies serangga yang dapat dimakan. Sebab, kandungan nutrisi serangga bergantung pada tahap serangga yang dipanen, makanan serangga, serta kondisi pemeliharaan dan pemrosesan, misalnya pengeringan, perebusan, dan penggorengan.

Meski demikian, serangga yang dapat dimakan pada umumnya memberikan jumlah energi dan protein yang memuaskan, memenuhi kebutuhan asam amino untuk manusia, dan tinggi asam lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda.

Beberapa spesies serangga juga memiliki mikronutrien dalam jumlah tinggi. Ulat mopane dan jangkrik, misalnya, memiliki kandungan zat besi yang tinggi, menjadikannya sumber nutrisi yang berpotensi berharga bagi satu miliar orang di seluruh dunia yang menderita anemia defisiensi zat besi, khususnya wanita hamil dan anak-anak prasekolah. Kitin, polisakarida yang ditemukan di exoskeleton serangga, telah terbukti memperkuat sistem kekebalan manusia.

Sementara menurut Edibleinsects, mengutip data USDA, jangkrik, memiliki kandungan nutrisi penting yang lebih baik dibanding sapi dan ikan. Kandungan protein dan fiber jangkrik lebih tinggi daripada daging sapi dan ikan. Kandungan lemaknya lebih rendah dibanding sapi dan ikan. Kandungan omega-3 jangkrik juga lebih tinggi dari sapi namun lebih rendah dari ikan.

Dengan kandungan nutrisi lengkap dan tinggi, serangga memiliki sejumlah manfaat kesehatan yang penting.

Perbandingan nilai gizi jangkrik(Foto: USDA)
Perbandingan nilai gizi jangkrik(Foto: USDA)

Protein serangga

Serangga menawarkan protein hewani lengkap yang mencakup semua 9 asam amino esensial. Serangga memiliki nilai yang luas namun kuat dan sangat kompetitif dengan sumber protein lainnya.

Bubuk jangkrik adalah cara mudah untuk menambahkan protein ke dalam makanan, misalnya ke dalam baking powder, smoothies atau ditaburkan di sarapan serealmu.

Perlu dicatat bahwa data protein serangga di sini tidak memperhitungkan variasi makanan serangga. Banyak peternakan sekarang memproduksi jangkrik dan ulat bambu dengan nilai protein lebih tinggi.

Kitin adalah serat prebiotik

Kitin adalah kerangka luar dari serangga dan memiliki sifat berharga di dalamnya. Kitin adalah serat prebiotik yang pada dasarnya merupakan nutrisi bagi bakteri usus probiotik. Karena itu makan serangga dapat membantu menjaga kesehatan bioma usus. Banyak penelitian saat ini sedang dilakukan untuk mengetahui potensi manfaat kitin.

Vitamin dan mineral

Kandungan vitamin dan mineral pada serangga secara umum memang sulit karena kandungan vitamin dan mineral serangga berbeda-beda menurut jenis dan makanannya. Tetapi, satu hal yang konsisten adalah bahwa serangga adalah sumber yang bagus bagi banyak vitamin yang sulit didapat.

Tubuh manusia dapat menyerap vitamin dan mineral dari serangga ini dengan kecepatan yang lebih tinggi daripada daging sapi atau gandum.

Sebagai contoh, jangkrik yang dibesarkan dengan pola makan biji-bijian akan memiliki kandungan protein yang tinggi. Jangkrik juga mengandung vitamin B yang sangat tinggi kandungan B12-nya. Faktanya, jangkrik menawarkan lebih dari tiga kali lipat jumlah B12 jika dibandingkan dengan salmon.

Jangkrik juga merupakan sumber vitamin A dan Riboflavin yang aktif secara biologis, yang juga dikenal sebagai B2.

Dalam hal mineral, jangkrik juga mengandung magnesium lima kali lebih banyak dari pada daging sapi dan tiga kali lebih banyak zat besinya. Jangkrik juga memasok lebih banyak kalsium daripada susu dan kaya akan seng.

Antioksidan

Seranggga mengandung antioksidan yang membantu melindungi tubuh Anda dari kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas. Membatasi kerusakan DNA dapat menghambat pertumbuhan tumor kanker. Banyak serangga yang dapat dimakan mengandung antioksidan sangat tinggi.

Jangkrik, belalang, dan ulat sutera memiliki antioksidan lebih dari tiga kali lipat dibandingkan jus jeruk. Menambahkan serangga ke dalam makanan Anda bisa menjadi senjata ampuh dalam memerangi radikal bebas di tubuhmu.

Sumber lemak tak jenuh

Serangga yang bisa dimakan adalah sumber lemak tak jenuh yang baik. Asam lemak esensial tidak dapat disintesis oleh tubuh manusia dan harus diperoleh melalui makanan. Serangga adalah cara yang bagus untuk menghasilkan lemak sehat ini. Jangkrik, misalnya, memiliki keseimbangan Omega 3 dan 6 yang sempurna.

Sumber Omega 3 dan Omega 6 lain seperti salmon dan ikan lainnya mungkin mengandung logam berat tingkat tinggi. Dengan serangga, risikonya jauh lebih rendah.

Baca Juga: Ternyata, Serangga Ini Lebih Kaya Nutrisi Dibanding Sapi atau Ayam
Susu Sapi Organik dan Beragam Keunggulannya

Mudah dicerna

Serangga selain mengandung protein, lemak, antioksidan, vitamin dan mineral juga lebih mudah dicerna daripada sumber protein lainnya. Tubuhmu dapat menyerap lebih banyak dari apa yang tersedia.

Ditambah lagi, ketika kita memakan hewan lain seperti sapi, kambing atau ayam, kita meninggalkan bagian jantung, hati, dan organ internal lainnya. Umumnya kita hanya memakan jaringan otot, sementara serangga dapat dimakan seluruhnya dan ini menambah segudang manfaat nutrisi lainnya. (Sariagri.id/Marthin)

Video terkait berita pangan:

Video Terkait