Daging Malbi, Makanan Khas Palembang yang Rasanya Nendang

Daging Malbi, Makanan Khas Palembang (Dok. Malbi Palembang)

Editor: Arya Pandora - Senin, 1 Juni 2020 | 09:04 WIB

SariAgri -  Selain Pempek, ada kuliner khas Palembang yang perlu SobatAgri ketahui, yaitu daging Malbi. Malbi merupakan salah satu olahan daging sapi baik saat gelaran pesta seperti saat Hari Raya Idul Fitri ataupun sebagai makanan sehari-hari. Makanan khas Palembang itu memiliki rasa yang nendang karena manis dan begitu nikmat.

Biasanya, daging ini  dikonsumsi dengan nasi minyak. Hanya saja, ketika lebaran kuliner khas ‘wong kito’ ini dijadikan pendamping ketupat lebaran.

Bentuknya seperti daging rendang, namun malbi mempunyai rasa manis yang pas, resapan bumbunya pun akan sangat terasa pada saat malbi daging itu dikunyah di mulut. Berikut cara membuat malbi daging khas Palembang yang lezat dan sederhana ala M. Yunus Obay, owner albi Palembang MalbiQu.

Bahan-bahan:
- Daging sapi sirloin,
- Santan, dan
- Kecap manis.

Bumbu-bumbu tumis:
- bawang merah (diblender),
- bawang putih (diblender), dan
- jahe (diblender).

Bumbu-bumbu campur:
- Cengkeh,
- garam kasar,
- Kayu manis,
- Air asam jawa,
- Pala bubuk, dan
- Lada putih bubuk.

Cara membuat:
- Usai daging dicampur dengan bumbu tumis halus, kemudian tambahkan air sedikit saja lalu masukkan bubuk lada putih dan pala sembari diaduk terus.

- Selanjutnya, tambahkanlah kayu manis dan cengkeh yang telah disiapkan.

- Saat daging sudah setengah matang, tuangkan kecap manis secukupnya sesuai selera Sobat Agri. Lalu, taburkan garam kasar dan aduk kembali. Jika tekstur daging sudah agak empuk, campurlah asam jawa.

- Ketika menunggu dagingnya lembut, pakailah api kompor yang tak terlalu besar apinya. Kemudian saat daging sudah matang, campurkan santan dan aduk kembali.

- Tunggu santan hingga menyerap dengan daging dan mengeluarkan minyak sampai kuahnya mengering. Kemudian, daging malbi siap disajikan deh.

Obay mengatakan, menu malbi itu merupakan salah satu kuliner khas Palembang. Dia menyebut, dalam membuatnya memang harus telaten karena proses pemasakannya bisa memakan waktu hingga 4 jam agar bumbunya benar-benar meresap ke daging.

Dirinya menceritakan, sudah sejak lama menjajakan menu tradisional tersebut di tempat usahanya. Dia menyebut, racikan resep keluarga membuat menu itu terasa nikmat dan banyak digemari pelanggan yang datang.

Di tengah pandemi COVID-19 ini, dia mengaku usahanya mandek. Dia lalu memikirkan bagaimana cara untuk kembali membuka usaha, di tengah krisis ekonomi akibat wabah corona ini. Akhirnya ia berinisiatif membuat Malbi Palembang kemasan yang mudah dikonsumsi kapan pun.

“Gara-gara wabah ini (corona) membuat saya berpikir terus. Akhirnya saya membuat malbi kemasan dari rumah, sehingga bisa terus berbisnis meski di rumah aja,” ujar Obay saat dihubungi SariAgri.id di Palembang.

Baca Juga: Daging Malbi, Makanan Khas Palembang yang Rasanya Nendang
Tips Membedakan Daging Sapi, Babi, dan Celeng

Yang mana, lanjut dia, malbi produknya diberi nama Malbiqu Palembang. Dia memproduksi dengan 3 jenis paket yakni 250 gram dijual Rp85.000, 500 gram dijual Rp155 ribu. dan paket 1 kg seharga Rp300 ribu.

“Sehari saja bisa memproduksi maksimal 20 kg daging malbi. Bahkan Malbiqu banyak dipesan dari luar Sumsel. Ada yang dari Makassar,” tutur dia. (Rio P/SariAgri Sumatera Selatan)

Video Terkait