Buwas Sebut Ada Mafia Beras, Pengamat Bilang Begini

Ilustrasi beras (Pxhere)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 25 Januari 2023 | 18:00 WIB

Sariagri - Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso mengakui bahwa saat ini ada mafia beras. Ia menyampaikan ada pihak tertentu yang menginginkan dirinya tak lagi menjabat sebagai orang nomor satu di BUMN Pangan tersebut.

Dugaan sementara mafia beras melibatkan supplier dan anggota internal Bulog. Buwas mengatakan perkara ini akan diusut oleh pihak berwenang atau penegak hukum.

"Tadi saya bilang, ada yang mafia emang iya, kayak apa mafianya? Nanti lah saya ceritakan sama Satgas Pangan, kalau saya buka di sini langsung kabur, langsung hilang, jadi jangan nanti mengelak-ngelak," ungkap Buwas saat konferensi pers, Jumat (20/1/2023).

"Kalau terjadi lagi ada temuan beras ini masuk lagi ke Bulog, nah itu supplier-nya dan anggota saya pasti bermain. Saya tidak inginkan itu, pelajaran sudah banyak di Bulog ini saya dapatkan," ucap dia.

Menanggapi hal itu, Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa meyakini bahwa kenaikan harga beras saat ini bukan disebabkan mafia beras, namun akibat serapan Bulog yang rendah.

"Kenapa heboh kalau itu dinyatakan oleh pemerintah, mau ada mafia tangkap saja kan sederhana seperti itu. Bukan lempar suatu isu. Ya kalau sebenarnya kita cari akarnya karena ini serapan Bulog yang rendah," ucap Andreas kepada Sariagri, Rabu (25/1).

"Jadi jangan sampai kesalahan yang dilakukan pemerintah ditimpakan ke pihak lain. Ini yang tidak dingiinkan. Sudah lah jangan melemparkan isu-isu seperti itu," tambahnya.

Baca Juga: Buwas Sebut Ada Mafia Beras, Pengamat Bilang Begini
Legislator Curiga Ada Mafia Beras yang Sengaja Mainkan Harga

Menurut Andreas, pergerakan harga beras saat ini masih terhitung normal. Sebab, harga beras saat November-Januari memang selalu terjadi kenaikan. Kemudian harga akan turun ketika Februari.

"Kalau kita lihat data dari PIHPS (Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional) itu kenaikan harga beras medium dari Juli 2022 sampai Januari 2023 hanya naik 3,7 persen. Lalu darimana kesimpulan bahwa harga beras ini naik sangat tinggi? lalu kita ambil dari situs Kemendag, kenaikan harga beras medium itu hanya naik 6,7 persen selama 6 bulan. Enggak bisa diambil kesimpulan seperti itu," ujarnya.