Terkuak! Ternyata Ini Penyebab Harga Beras Masih Tinggi

Ilustrasi beras (Pxhere)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 23 Januari 2023 | 12:00 WIB

Sariagri - Satgas Pangan menemukan bahwa adanya pengecer berlapis membuat rantai distribusi beras menjadi panjang. Hal ini lah yang diakui menjadi penyebab harga beras masih sulit dikontrol dan menjadi mahal.

Wakil Kepala Satgas Pangan Polri, Helfi Assegaf, menerangkan bahwa rantai distribusi dari produsen ke distributor 1 (D1) dan ke distributor 2 (D2) umumnya masih mudah diawasi. Namun, ketika dari D2 ke bawah sulit dikontrol karena banyak pengecer yang menimbun.

"Pengecer ini ada yang betul-betul pengecer, tapi ada juga yang sengaja menimbun," kata Helfi, beberapa waktu lalu.

Helfi mengungkapkan banyak pengecer yang kembali menjual beras ke pengecer lainnya hingga terus berlapis. Para pengecer itu pun biasanya tak memiliki izin usaha. Padahal, seharusnya pengecer menjual langsung kepada konsumen.

Baca Juga: Terkuak! Ternyata Ini Penyebab Harga Beras Masih Tinggi
Harga Beras Naik, Bulog: Jangan Khawatir Stok Aman Harga Terjangkau

Inilah yang membuat para pengecer di setiap lapis ikut mengambil margin dan membuat harga jual akhir kepada konsumen menjadi mahal.

"Seperti pasca Covid-19 banyak yang kerja, jadi dia ambil spekulasi (jadi pengecer) dan memanfaatkan situasi," tuturnya.

Maka dari itu, Helfi menjelaskan bahwa pihaknya di tingkat pusat maupun daerah akan terus melakukan pengawasan terhadap rantai distribusi beras. Apabila ada indikasi kecurangan, mereka akan dipanggil untuk dimintai keterangan. "Kita akan dalami, siapa anda, izin usahanya. Rata-rata mereka (pengecer) itu tidak ada izin usaha, kalau yang betul pasti dia ada izin usaha," pungkasnya.