Studi: Rutin Minum Teh Setiap Hari Bisa Cegah Demensia

Ilustrasi teh (Pixabay)

Editor: Dera - Minggu, 4 Desember 2022 | 08:00 WIB

Sariagri - Sobat Agri gemar minum teh? ya, kebiasaan tersebut terntata memberikan dampak baik bagi kesehatan. Menurut sebuah penelitian, orang dewasa yang banyak mengonsumsi teh akan terhindar dari penurunan daya pikir atau demensia.

Sebuah studi ilmiah bersama antara Universitas Qatar (QU) College of Health Sciences (CHS) dan University of Pennsylvania, School of Nursing menemukan bahwa orang dewasa yang minum empat cangkir atau lebih teh per hari memiliki skor fungsi kognitif yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak minum teh.

Penelitian ini melibatkan 4.820 orang dewasa di Cina berusia 55 tahun ke atas, yang dilakukan beberapa kali antara tahun 1997 hinga 2011. Para peneliti mencatat, orang dewasa yang suka mengonsumsi teh mengalami penurunan risiko kerusakan memori hingga 25%-30% dibandingkan mereka yang tidak suka minum teh, demikian dilansir thepeninsulaqatar.com.

Mereka menjelaskan bahwa efek menguntungkan teh pada kognisi adalah karena kandungan keluarga senyawa 'polifenol', yang menurut penelitian sebelumnya memiliki efek antioksidan dan anti-inflamasi. Manfaat teh juga berasal dari kandungan nutrisi penting lain seperti Vitamin C.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa asupan teh dapat menurunkan konsentrasi serum kolesterol total dan menurunkan risiko hipertensi, yang keduanya terkait dengan disfungsi kognitif. Akibatnya, asupan teh secara tidak langsung dapat berdampak positif pada kesehatan kognitif dengan mengurangi risiko masalah kesehatan yang relevan.

Baca Juga: Studi: Rutin Minum Teh Setiap Hari Bisa Cegah Demensia
Benarkah Teh Hitam Lebih Baik Dibandingkan Teh Susu? Ini Penjelasannya



Menariknya, teh juga bisa menetralisir pengaruh nutrisi lain terutama zat besi terhadap kesehatan kognitif. "Asupan zat besi tidak memiliki efek negatif pada kesehatan kognitif di antara mereka yang minum teh, tetapi zat besi memiliki efek negatif para mereka yang tidak minum teh," ujar Layan Sukik, salah seorang penulis studi.