Rupiah Melemah, Harga Tahu dan Tempe Melambung

Perajin tempe di Kabupaten Blora. (Foto: Sariagri/Aji Dewanto)

Editor: Yoyok - Jumat, 2 Desember 2022 | 15:45 WIB

Sariagri - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap pelemahan nilai tukar rupiah bisa mempengaruhi pergerakan harga pangan, salah satunya tahu dan tempe. 

Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa BPS Pusat Setianto mengatakan, produk pangan yang terpengaruh pergerakan nilai tukar rupiah ialah produk yang bahan bakunya menggunakan komoditas impor. Pasalnya, fluktuasi nilai tukar rupiah mempengaruhi besaran biaya bahan baku. 

Artinya, jika rupiah melemah terhadap dolar AS maka komoditas impor akan mengalami kenaikan harga sedangkan jika rupiah menguat maka harga komoditas impor menjadi turun.

"Komoditas yang masih bergantung pada pasokan impor barang kali ya yang tentunya akan terpengaruh dari fluktuasi harga rupiah kita, nilai kurs kita," ujarnya saat konferensi pers virtual, Kamis (1/12/2022). 

Belakangan ini, nilai tukar Garuda cenderung melemah terhadap dolar AS. Hal ini disebabkan kenaikan suku bunga acuan AS (Fed Funds Rate) secara agresif sepanjang tahun 2022 sehingga memperkuat nilai tukar dolar AS terhadap mata uang lain. 

Baca Juga: Rupiah Melemah, Harga Tahu dan Tempe Melambung
Perajin Tempe di Lampung Menjerit, Harga Kedelai Tembus Rp14 Ribu per Kg

Data Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah sampai dengan 16 November 2022 terdepresiasi 8,65 persen secara year to date (ytd) dibandingkan dengan level akhir 2021.  

Depresiasi rupiah itu menyebabkan berbagai produk pangan yang berbahan baku impor mengalami kenaikan harga. Misalnya seperti tahu dan tempe yang masih bergantung pada impor kedelai.