Erick Thohir Minta BUMN Pangan Monitor Stok Bahan Pokok Jelang Nataru

Menteri BUMN Erick Thohir. (Antara Foto/Dhemas Reviyanto/wsj)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 2 Desember 2022 | 14:15 WIB

Sariagri - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah menginstruksikan Holding BUMN Pangan atau ID Food memonitor perkembangan ketersediaan bahan pokok jelang liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ia juga memastikan BUMN membantu ketersediaan bahan pokok guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kita tahu tren kebutuhan bahan pokok saat akhir tahun akan mengalami peningkatan. BUMN harus hadir dalam memenuhi kebutuhan masyarakat," ujar Erick saat mengecek ketersediaan dan harga bahan pokok bersama Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan di Pasar Rasamala, Semarang, Jawa Tengah Jumat (2/12/2022).

Dalam pantauannya, Erick mengatakan ketersediaan bahan pokok masih aman. Dia mengatakan Kementerian BUMN akan terus berkoordinasi dengan Kemendag dan pemerintah daerah (Pemda) dalam mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok jelang akhir tahun.

"Tadi Pak Mendag sudah sampaikan bahwa harga bawang, cabai merah keriting, tempe, masih tetap, bahkan harga ayam justru turun. Memang ada beberapa yang naik sedikit seperti cabai rawit dan telur. Secara keseluruhan, stoknya cukup, termasuk beras Bulog masih aman," ujarnya.

Erick juga menyampaikan, pemerintah berupaya keras dalam menjaga kebutuhan bahan pokok bagi masyarakat. Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa pihaknya pun turut membantu dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok.

Ercik memaparkan BUMN sebagai sepertiga kekuatan ekonomi memiliki kemampuan untuk menyeimbangkan pasar ketika harga mengalami kenaikan. Contohnya, BUMN menyediakan harga masker yang jauh lebih murah saat pandemi COVID-19.

Baca Juga: Erick Thohir Minta BUMN Pangan Monitor Stok Bahan Pokok Jelang Nataru
Perhutani Dorong Pemulihan Ekonomi melalui Pasar Rakyat

Ia mengatakan bahwa BUMN juga siap melakukan operasi pasar dengan menggelar pasar murah di sejumlah daerah yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.

"Untuk itu, kenapa saya sering tekankan bahwa BUMN harus sehat. Fungsinya ya ketika harga-harga naik, BUMN bisa hadir mengintervensi pasar sehingga membantu masyarakat mendapatkan harga bahan pokok yang lebih terjangkau. Kalau BUMN-nya tidak sehat, boro-boro mau bantu masyarakat," pungkasnya.