Di tengah Badai Resesi, Industri Makanan RI Tumbuh

Menteri BUMN Erick Thohir. (Antara)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 1 Desember 2022 | 17:15 WIB

Sariagri - Sektor pangan Indonesia mencatat pertumbuhan positif, meski di tengah badai resesi dan gejolak geopolitik dunia. Di Tanah Air, industri makanan seperti jagung, tebu, dan komoditas lainnya memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan makro ekonomi nasional.

"Dalam situasi global seperti hari ini, pangan adalah salah satu pertumbuhan ekonomi atau bidang usaha yang terus tumbuh. Emang, yang ada di industri makan, pangan produksi jagung, tebu dan lainnya, ini menjadi suatu pusat pertumbuhan ekonomi," ungkap Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Kamis (1/12/2022).

Menteri BUMN Erick mencatat, potensi produktivitas pertanian dan perikanan di Indonesia sangat besar. Lantas menurutnya, harus dikembangkan agar memberi kesejahteraan bagi petani dan nelayan.

Pangan juga menjadi instrumen utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan terus membaik hingga 2024.

"Apalagi masyarakat kelas menengah pada tahun 2030 akan mencapai sekitar 145 juta jiwa dan angka ini akan terus melanjut. Daya beli meningkat menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang membaik, konteks lain artinya perlu pangan,” tuturnya.

Erick pun meminta BUMN bersama pihak swasta memanfaatkan infrastruktur pangan di dalam negeri. Kolaborasi itu akan membentuk satu ekosistem yang mampu mendorong kemandirian pangan.

Baca Juga: Di tengah Badai Resesi, Industri Makanan RI Tumbuh
Pir Kaktus Jadi Sumber Biofuel dan Makanan Berkelanjutan di Masa Depan

Menteri BUMN juga membuka peluang untuk semua pelaku usaha dan pakar agar turut membangun ekosistem pangan di Tanah Air. Menurutnya, tidak bisa membangun ekosistem pangan hanya oleh satu stakeholder saja.

“Infrastruktur pangan kita, ID FOOD kita, ayo bersama-sama BUMN, swasta, UMKM, para penemu riset, adik-adik mahasiswa yang bisa menjadi riset bersama, kita dorong untuk ekonomi kita tumbuh, ekosistem yang bisa digabungkan,"pungkasnya.