16,35 Ton Beras Oplosan Berbahaya Dimusnahkan

Beras Oplosan dihancurkan. (Sariagri/Arief L)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 1 Desember 2022 | 15:00 WIB

Sariagri - Sebanyak 16,35 ton beras oplosan yang dipastikan berbahaya jika dikonsumsi, dimusnahkan dengan cara dikubur di lahan belakang kantor Bulog, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Turut Hadir dalam acara pemusnahan, Bupati Sumenep Achmad Fauzi, Kajari Trimo, Kapolres AKBP Edo Satya Kentriko dan Dandim 0827/Sumenep Letkol Czi Donny Pramudya Mahardi.

Kepala Kejaksaan Negeri Sumenep Trimo menjelaskan, hal ini bagian dari serangkaian pemusnahan Barang Bukti (BB) kejahatan periode Juni-November 2022.

“Total beras yang dimusnahkan sebanyak 16,35 ton. Beras oplosan ini secara mutu sangat rendah sehingga sangat berbahaya jika  dikonsumsi,” terang Trimo kepada Sariagri.

Trimo menjelaskan tumpukan beras yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil ungkap kasus kejahatan pangan yang perkara hukumnya sudah inkrah dan siap untuk dimusnahkan.

“Yang pada intinya adalah pengoplos beras dengan tidak layak mutu. Pemusnahan beras dilakukan dengan cara menguburkan ke dalam tanah,” tuturnya.

Lebih jauh Trimo mengatakan beras oplosan tersebut dikemas dengan merek terkenal untuk kemudian dipasarkan. Beras tersebut diindikasi telah dicampur dengan bahan kimia yang jika dikonsumsi berbahaya bagi tubuh.

“Terdakwa terpidana melakukan pengoplosan bahan pangan dengan berbagai barang atau bahan yang dapat membahayakan kesehatan konsumen. Labelnya ditulisi dengan mutu standar, namun isinya beda,” ujarnya.

Trimo menyebutkan terpidana kasus beras oplosan ini sudah terlebih dahulu diproses secara hukum. Dan mendekam di penjara sejak bulan Agustus lalu.

“Terpidana sudah menjalani hukuman sejak agustus 2022 lalu. Yang bersangkutan dihukum 1 tahun. Sedangkan barang bukti beras sudah membusuk dan harus dimusnahkan,” ucapnya.  

Senada dengan pendapat itu, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, mendukung upaya pemusnahan beras oplosan yang berbahaya jika beredar di masyarakat.

Baca Juga: 16,35 Ton Beras Oplosan Berbahaya Dimusnahkan
Stok Beras di Jabar dan Jatim Melimpah, Siap Pasok ke Gudang Bulog

Oleh karenanya ia, mengimbau agar para pengusaha tidak hanya mementingkan keuntungan pribadi, namun lupa dengan kesehatan orang lain.

“Saya mengimbau agar petugas dan para pengusaha bahan pangan lebih memperhatikan kesehatan masyarakat. Boleh berbisnis tapi yang tidak merugikan para pembelinya,” tandas Achmad Fauzi.