Stok Beras Menipis, Pedagang Pasar Desak Pemerintah Impor

Ilustrasi Beras (pixabay)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 29 November 2022 | 20:45 WIB

Sariagri - Ketua Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Zulkifli Rasyid mendesak pemerintah untuk melakukan importasi beras. Pasalnya, stok beras saat ini dari daerah sudah tidak ada dan stoknya hanya dipasok oleh Perum Bulog.

Zulkifli menyampaikan bahwa pasokan beras ketika kondisi normal ke PIBC bisa mencapai 3.000 ton per hari. Akan tetapi, saat ini pasokan makin menipis yang mengakibatkan terkereknya harga beras medium.

"Sudah hampir 10 hari yang lalu saya mengajukan ke Bulog untuk dipasok 500 ton saja, sekarang yang baru dikeluarkan 150 ton. Berarti permintaan kami tidak tercukupi oleh Bulog. Maka harus diambil langkah untuk impor,” ujar Zulkifli dalam sebuah diskusi virtual, Selasa (29/11).

Dia menambahkann, tren harga beras sejak Agustus hingga sekarang terus melonjak. Pada Agustus, harga beras jenis medium hanya Rp8.300 dan paling mahal Rp8.400 per kilogram (kg). Namun, saat ini beras medium sudah tembus Rp9.200 per kg.

Baca Juga: Stok Beras Menipis, Pedagang Pasar Desak Pemerintah Impor
Pemerintah Didesak Amankan 1 Juta Ton Beras untuk Cadangan Pangan

"Sekarang harga beras medium untuk di pasar induk mencapai Rp 9.200, hampir memasuki HET yang tetapkan oleh pemerintah. Sebab beras yang mengalir dari daerah itu tidak ada. Satu-satunya beras yang bisa menyuplai untuk ke pasar induk itu adalah Bulog. Itupun kurang cukup," jelasnya.

Ia mengatakan bahwa stok beras di Bulog dikhawatrkan tidak untuk untuk menghadapi kondisi akhir tahun hingga Februari 2023. Ia juga mempertanyakan langkah pemerintah untuk dapat mencukupi suplai beras ke PIBC. Pasalnya, PIBC merupakan barometer beras di seluruh Indonesia. Apabila PIBC menyatakan kekurangan stok beras, dikhawatirkan akan mempengaruhi pasar-pasar lainnya.

"Justru sekarang banyak dari daerah mencari beras ke pasar induk. Aneh bin ajaib. Banyak orang yang datang," terangnya.