Data Stok Pangan Semrawut, DPR: Indonesia Sudah Darurat Data!

Ilustrasi beras. (indianexpress.com)

Editor: Dera - Jumat, 25 November 2022 | 17:15 WIB

Sariagri - Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, Slamet mengatakan, tidak habis pikir atas kesemrawutan data stok pangan antar lembaga negara di Indonesia.

Pasalnya, kata Slamet, pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Eselon 1 Kementrian Pertanian, Kepala Bulog, Kepala Bapanas dan BUMN Bidang Pangan terjadi debat yang cukup alot antara dirjen kementan dan kepala bulog mengenai keabsahan data masing-masing lembaga.

“Pada RDP tersebut diketahui bahwa Kementan menyatakan terdapat sekitar 600 ribu stok beras CBP yang tersebar di penggilingan besar dan beberapa rumah tangga petani yang kemudian mendapatkan tanggapan negatif dari kepala bulog Budi Waseso. Jendral polisi ini mengatakan bahwa data tersebut memang sudah disepakati sebulan yang lalu saat rapat terbatas namun hingga RDP berlangsung belum ada satupun realisasinya,” kata Slamet di Jakarta, Kamis (24/11/2022).

Selanjutnya, Slamet mengemukakan bahwa kondisi ini sudah menunjukkan Indonesia sudah darurat data akut. Menurutnya bagaimana mungkin lembaga negara tersebut tidak satu suara terkait jumlah stok CBP. Padahal cadangan beras tersebut sangat penting untuk menjaga ketahanan pangan secara nasional.

“Negara ini ini sudah darurat data, bagaimana mungkin data yang digunakan setingkat kementrian tidak valid?,” imbuhnya, seperti dilansir dari laman resmi Fraksi PKS.

Menurut Slamet, akurasi data sangat penting karena terkait dengan kepentingan bangsa. Pihaknya juga menekankan jangan sampai ada upaya pengkondisian data agar peluang impor beras kembali dibuka.

Baca Juga: Data Stok Pangan Semrawut, DPR: Indonesia Sudah Darurat Data!
Data Stok Beras Berbeda, DPR Soroti Kinerja Kementan dan Bulog

"Pemerintah harus benar-benar menyerap beras yang diproduksi oleh petani dalam negeri sebelum melakukan impor beras,” tegas Slamet.

Menurutnya saat ini sudah mendekat akhir tahun dan cadangan beras pemerintah sudah berada dibawah kondisi aman sehingga berpotensi membuat chaos jika tidak segera dipenuhi.

Video Terkait