Stabilkan Harga Beras, Bulog Bangun 4 Penggilingan Gabah Modern

Bulog bangun empat penggilingan gabar modern di Jatim. (Sariagri/Arief L)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 25 November 2022 | 13:30 WIB

Sariagri - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) membangun penggilingan gabah modern atau Modern Rice Milling Plant (MRMP) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Langkah tersebut dimaksudkan untuk menjaga ketersediaan beras dan stabilitas harga gabah dari petani dengan bulog.

Direktur Bisnis Perum Bulog, Febby Novita, mengatakan mesin pengolahan ini mampu memproduksi beras mencapai 120 ton dalam sehari. Sehingga dengan adanya alat ini pihak petani bisa menjual gabah kering maupun basah dengan harga ekonomi dan bersaing sesuai di pasaran.

“Kemampuan produksi dengan mesin ini 120 ton per hari atau setiap bulan dihasilkan sekitar 3.000 ton beras. Mulai dari kualitas kelas medium, premium hingga broken. Kalau dulu Bulog hanya nyerap beras petani saja sekarang bisa membeli gabah basah maupun kering panen petani. Karena sudah ada mesin dryer,” terang Febby Novita kepada Sariagri.

Febby juga menuturkan, saat ini bulog menjadi pemasok beras terbesar dan memiliki jangkauan yang luas di Indonesia. Termasuk Bojonegoro salah satunya menjadi titik potensi berdirinya gudang dan penggilingan padi bulog yang berada di Desa Kunci, Kecamatan Dander.

“Bojonegoro memiliki potensi lumbung padi, sehingga cukup mendukung untuk pendirian gudang dan penggilingan padi modern. RMU berkapasitas 6 ton per jam dan 3 unit SILO (penampung) yang berkapasitas simpan 2.000 ton gabah. Nantinya untuk penyerapan hasil pertanian berupa gabah atau padi kering dari petani lokal, bekerjasama dengan BUMD, Bumdes, Poktan dan Gapoktan yang ada di sini," imbuhnya.

Febby mengatakan, Jawa Timur merupakan lumbung padi dan penyangga kebutuhan pangan nasional. Menurut data badan pusat statistik (BPS) tahun 2021 Jawa Timur menempati posisi pertama untuk produksi padi nasional.

“Provinsi Jawa Timur memiliki 38 kabupaten/kota yang nantinya akan dijadikan sebagai andalan ketahanan pangan nasional. Salah satunya Kabupaten Bojonegoro masuk tiga besar penyumbang produksi padi di Jawa Timur dengan menghasilkan 674 ribu ton padi atau sekitar 6,89 persen dari produksi Jawa Timur,” ucapnya.

Melihat hal itu, Bulog akan terus proaktif memajukan pertanian, diantaranya sebagai off taker atau penjamin komoditas dengan membeli hasil panen para petani. Sehingga petani mendapatkan kepastian pasar, memproduksi beras berkualitas menggunakan mesin modern, dan menjaga stok beras di gudang-gudang Bulog.

"Juga mendistribusikan atau menjual beras kepada masyarakat dengan harga terjangkau," kata dia.

Sementara itu, disinggung terkait harga beli gabah kering panen dari petani, Febby menjelaskan, harga yang dipasang Bulog tentunya akan bersaing dengan pasar namun tetap disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

"Dengan begitu para petani tidak perlu khawatir tidak lagi menjual gabah beras ke kartel, perantara atau tengkulak dengan harga beli rendah, sehingga dapat terbentuk tujuan bersama dengan petani, yaitu membentuk kesadaran kolektif dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional,” terangnya.

Baca Juga: Stabilkan Harga Beras, Bulog Bangun 4 Penggilingan Gabah Modern
Gontok-gontokan Bulog-Kementan Belum Berakhir, Buwas Salahkan Kementan

Ke depan, diharapkan petani tidak lagi menjual gabah atau beras ke kartel, perantara, atau tengkulak dengan harga beli rendah. Sehingga dapat terbentuk tujuan bersama dengan petani, yaitu membentuk kesadaran kolektif dalam rangka kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional.

MRMP di Kabupaten Bojonegoro merupakan yang keempat di Jawa Timur. Sebelumnya Bulog sudah mendirikan 3 penggilingan gabah modern lainnya, yakni di Kabupaten Magetan, Jember dan Banyuwangi.

Video Terkait