Apakah Baik Mengonsumsi Jus Buah Setiap Hari? Ini Jawabannya

Ilustrasi buah dan jus (Pixabay)

Penulis: Triana, Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 25 November 2022 | 13:00 WIB

Sariagri - Salah satu alternatif untuk kita merasakan nikmatnya buah-buahan adalah dengan membuatnya menjadi jus. Namun, jus buah yang 100 persen buah murni ternyata nutrisi yang didapatkan tidak sama dengan memakan buah utuh.

Meski sama-sama bernutrisi, namun proses pembuatan jus dapat menghilangkan beberapa manfaat luar biasa dari buah.
Setelah dibuat jus, kandungan serat pada buah akan hilang. Itu sebabnya, makan buah utuh jauh lebih baik untuk sistem pencernaan.

Selain itu, memakan buah utuh juga memberikan perasaan kenyang ketimbang minum jus buah. Dengan demikian, kamu akan tetap kenyang selama 30 menit sehingga melupakan camilan.

Pada buah sendiri, ada banyak sekali jenis buah yang mengandung gula alami. Karena manis, orang jadi mudah meminumnya.

Seperti contoh segelas jus jeruk, perlu lima atau enam jeruk untuk mengisi satu gelas. Berarti, ada banyak cairan manis yang dapat menyebabkan lonjakan langsung kadar gula darah.

Jeruk sendiri, mengandung sekitar 23 gram gula. Jumlah itu hampir setengah dari batas gula harian yang dianjurkan untuk Kesehatan, yaitu 50 gram atau 4 sendok makan.

Sementara melansir halaman resmi WHO, konsumsi gula yang direkomendasikan tidak lebih dari 5 sendok teh sehari. Pada intinya, satu cangkir jus jeruk memiliki semua gula yang direkomendasikan dalam sehari.

Baca Juga: Apakah Baik Mengonsumsi Jus Buah Setiap Hari? Ini Jawabannya
Apakah Baik Mengonsumsi Jus Buah Setiap Hari? Ini Jawabannya

Sebenarnya, kandungan gula yang tinggi dalam jus hampir sama seperti soft drink. Tapi karena adanya vitamin, jus buah menjadi pilihan yang lebih baik.

Jadi, meminum jus buah memang baik, tapi pastikan porsinya cukup. Artinya, mengonsumsi buah terlalu sedikit bisa mendatangkan masalah, tapi minum jus buah 100 persen dengan takaran lebih banyak juga akan berdampak buruk untuk kesehatan.

Video Terkait