Karena Hal Ini Petani-Nelayan RI Pede Terhindar Krisis Pangan Global

Petani demo di depan kantor Kementan tolak pembangunan Food estate. (Instagram SPI)

Editor: Reza P - Minggu, 20 November 2022 | 17:00 WIB

Sariagri - Pemerintah tengah fokus menggarap program food estate di sejumlah daerah di indonesia sebagai lumbung pangan. Program food estate diyakini para petani dan nelayan sebagai solusi terhindar dari krisis pangan yang mengancam dunia.

Serikat Tani Nelayan Indonesia meyakini jika program food estate bisa menjadi solusi atas ancaman krisis pangan.

"Untuk meningkatkan cadangan pangan nasional sekaligus kami yakini bahwa ini adalah solusi untuk mempersiapkan ketika situasi dunia memburuk," kata Ketua DPP Serikat Tani Nelayan (STN) Muhammad Riza dalam keterangan tertulis, Minggu (20/11).

Riza menambahkan bahwa pasokan pangan Indonesia akan aman. Food estate yang dikerjakan di beberapa daerah seperti Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Nusa Tenggara Timur maka dapat dipastikan bakal memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan perekonomian.

Peningkatan produktivitas pangan nantinya akan membuka peluang ekspor produk pangan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pangan di pasar dunia. Program food estate diyakini bakal membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Karena Hal Ini Petani-Nelayan RI Pede Terhindar Krisis Pangan Global
Usai Dilantik Jokowi, Kepala Badan Pangan Nasional Utamakan Hal Ini ke Pemangku Kepentingan

"Salah satu keberhasilan program food estate di Kabupaten Kapuas dan di Kabupaten Pulang Pisau saja mampu meningkatkan produktivitas pertanian padi tahun 2020 dari 76.530 Ton GKG menjadi 114.658 Ton GKG, ini menjadi salah satu keberhasilan program tersebut," ujar Muhammad Riza.

Namun Riza menyayangkan adanya pihak-pihak yang mengkritik dan menganggap food estate merupakan penggundulan hutan atau deforestasi. Jika melihat lebih dalam, program ini untuk menjawab tantangan gangguan suplai bahan pangan, penurunan permintaan produk pertanian, ancaman krisis pangan dan pembatasan dalam lapangan produksi yang dihadapi masyarakat.