Keren! Dosen UGM Kembangkan Daging Buatan dari Limbah Kedelai

Ilustrasi daging. (pixabay)

Editor: Dera - Kamis, 17 November 2022 | 11:30 WIB

Sariagri - Seorang dosen di Universitas Gajah Mada (UGM) meraih penghargaan internasional, karena berhasil melakukan inovasi pengembangan daging buatan dari jamur benang (mikoprotein) yang ditumbuhkan dari limbah air sisa rebusan kedelai.

Dosen Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Rachma Wikandari, S.T.P., M.Biotech., Ph.D., tersebut meraih penghargaan Young Scientist Award dari International Union of Food Science and Technologist (IUFoST). Penghargaan ini diberikan pada 21th World Congress of Food Science and Technology 2022, Senin (3/11) di Singapura.

Dalam forum tersebut, Rachma mempresentasikan penelitiannya dengan judul "Development of Meat Substitutes from Filamentous Fungi Cultivated on Left Over Boiling Water of Tempeh Factory" di hadapan 1.200 delegasi dari 60 negara.

"Tren saat ini di bidang pangan adalah menemukan protein alternatif. Diperkirakan pada tahun 2050 jumlah manusia akan meningkat menjadi 9 miliar orang sedangkan lahan pertanian tidak bertambah, sehingga kita harus menemukan cara untuk mendapatkan makanan baru," ujar Wikandari, seperti dilansir laman resmi Universitas Gajah Mada.

Ia menjelaskan, saat ini harga mikroprotein di pasaran terbilang mahal. Dengan memanfaatkan limbah air sisa rebusan kedelai tersebut, Rachma Wikandari bisa menghadirkan mikroprotein berkualitas baik dengan harga murah.

"Saya memanfaatkan limbah pangan untuk makanan, sehingga dapat menangani permasalahan lingkungan dan juga meningkatkan ketahanan pangan," imbuhnya.

Baca Juga: Keren! Dosen UGM Kembangkan Daging Buatan dari Limbah Kedelai
Kaya Protein, Begini Cara Membuat Yoghurt dari Kedelai



IUFoST adalah organisasi beranggotakan negara-negara yang mempunyai asosiasi profesi ahli teknologi pangan, dan World Food Congress merupakan konferensi dua tahunan IUFoST yang terbilang paling bergengsi di bidang ilmu dan teknologi pangan. Kongres tahun ini mengangkat tema  “Future of Food – Innovation, Sustainability & Health”.