Ketika Singkong Indonesia Bisa Tangkal Ancaman Krisis Pangan Dunia

Ilustrasi singkong (Pexels)

Editor: Reza P - Senin, 14 November 2022 | 12:15 WIB

Sariagri - Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto mengungkapkan, bahwa singkong menjadi penyelamat dari ancaman krisis pangan dunia. Negara-negara yang bergantung pada ketersediaan gandum bisa atau sudah beralih ke singkong. Ia menilai olahan singkong dapat dimanfaatkan oleh berbagai negara untuk mengatasi kelaparan. Saat ini Indonesia telah berhasil memproduksi olahan singkong sebagai pengganti dari gandum. 

“Menurut saya, singkong akan menjadi tanaman penyelamat dunia. Indonesia sendiri pun telah memproduksi singkong sebagai substitusi dari gandum untuk kebutuhan bahan baku roti, pasta, hingga mi instan,” ujarnya dalam pidato di Global Food Security Forum di Bali, Senin (14/11). 

Prabowo menambahkan bahwa kini Indonesia telah menjadi pionir penemuan dan hak paten untuk tepung singkong yang setara dengan tepung terigu dengan nama Mocaf (Modified Cassava Flour). Beberapa produk dari olahan singkong seperti Mocaf, pasta, mi instan, hingga minuman favorit masyarakat Indonesia, yakni boba/bubble yang terbuat dari tepung tapioka sudah mulai digencarkan. 

Indonesia kini telah mampu menghasilkan 23 ton per hektare, di atas Thailand yang hanya mampu menghasilkan singkong sebanyak 22 ton per hektare, serta Vietnam dan China hanya mampu menghasilkan masing-masing 16 ton hektare. 

“Kedepannya, Indonesia akan menjadi peringkat pertama eksportir tepung terigu berbahan dasar singkong atau Mocaf,” ucap Prabowo. 

Baca Juga: Ketika Singkong Indonesia Bisa Tangkal Ancaman Krisis Pangan Dunia
Krisis Pangan Dunia Dimulai Usai Rusia Mundur dari Kesepakatan Biji-Bijian

Prabowo optimis Indonesia akan menjadi yang terdepan dalam menghasilkan pangan yang mengandung protein dan kalori bukan hanya di dalam negeri tapi untuk menjaga ketahanan pangan dunia. 

“Indonesia akan berada di garis depan untuk menghasilkan protein dan kalori di dunia dalam mengatasi ancaman ketahanan pangan global dengan melibatkan mitra dari dunia untuk bergabung. Indonesia akan menjadi faktor tambahan dalam pertumbuhan ekonomi dunia dan memberikan solusi untuk mengatasi kelaparan dunia,” tegas Prabowo.

Video Terkait