Para Keluarga di Daerah Ini Belajar Tanaman Hidroponik

Pelatihan Hidroponik. (Sariagri/Pena Zun)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 10 November 2022 | 20:30 WIB

Sariagri - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung belajar membudidayakan tanaman pangan sistem hidroponik di Nagari Paninjauan, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat.

"Saya ingin meningkatkan potensi keluarga dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan lokal melalui budidaya hidroponik dengan pemanfaatan lahan sempit," kata Penjabat Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Babel Sri Utami Soedarsono Ridwan Djamaluddin.

Ia mengatakan kunjungan ke We Farm Hidroponik milik pasangan suami istri Wanda Arjulis dan Alwiya Rahmanoza di Nagari Paninjauan Kabupaten Tanah Datar, untuk menjadikan percontohan budidaya tanaman hidroponik dan ilmunya dapat dibawa dan diterapkan sebagai program PKK Provinsi Kepulauan Babel.

"Menanam sayuran dengan teknik hidroponik dikenal sebagai pertanian milenial yang dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk oleh perempuan," ujar Sri Utami.

Menurut dia saat ini masih banyak pola pikir kebanyakan orang apalagi ibu-ibu yang belum paham mengira kalau menanam itu sulit. Padahal lahan sempit atau hanya di halaman rumah bisa dilakukan seperti yang dilakukan pasangan suami istri Wanda Arjulis dan Alwiya Rahmanoza di Nagari Paninjauan ini.

"Saat ini saya memfokuskan pada pemberdayaan perempuan dan kesehatan anak-anak dimana baginya melalui hal kecil akan berdampak besar bagi keluarga," katanya.

Baca Juga: Para Keluarga di Daerah Ini Belajar Tanaman Hidroponik
Belajar Otodidak, Pria Asal Bogor Bina 30 Ibu-ibu Bertani Hidroponik

Alwiya selaku owner We Farm Hidroponik yang menyambut langsung kunjungan Istri Pj Gubernur Ridwan Djamaluddin ini menceritakan perjalanan dirinya dan suaminya saat memulai usaha hidroponik ini.

“Awalnya kami ini karena corona, tidak bisa kemana-mana, tidak ada kerjaan, mau keluar rumah juga susah. Kita coba awalnya menanam di samping rumah hanya dengan 4 paralon setelah panen coba posting di media sosial kemudian ada peminatnya terus kita jual. Beberapa kali panen dan posting, peminatnya ada terus. Dan akhirnya kita memutuskan untuk membangun Green House skala komersil dan sampai saat ini produksi dan dipasarkan ke beberapa Swalayan di Kota Padang Panjang dan Bukittinggi,” jelasnya.