Akademisi Ini Sebut Nuget Saluang Makanan Bergizi Alternatif Cegah Stunting

Ikan saluang dan waluh (labu) siap diloah menjadi nuget (Antarafoto)

Editor: Yoyok - Kamis, 3 November 2022 | 19:15 WIB

Sariagri - Inovasi lauk yang diolah menjadi nuget dengan memanfaatkan ikan saluang dan waluh menjadi produk panganan olahan penuh gizi yang digemari anak-anak untuk mendukung upaya pencegahan stunting.

Akademisi yang juga Guru Besar Bidang Ilmu Biomedik Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Prof Triawanti, mengatakan khasiat iwak saluang antara lain memiliki banyak asam amino.

"Nuget saluang ini menjadi alternatif makanan bergizi yang disukai anak, dengan menggunakan bahan baku lokal yang murah serta mudah dibuat di rumah," katanya di Banjarmasin, Kamis (3/11/2022).

Termasuk menjadi solusi bagi anak susah makan atau pilih-pilih makanan, khususnya ketika anak memasuki masa pra sekolah.

"Jika masalah ini terus berlanjut maka anak akan mengalami kekurangan asupan gizi yang selanjutnya menyebabkan anak mengalami gizi buruk dan gagal pertumbuhan atau stunting, jelasnya.

Ia juga menjelaskan ikan air tawar yang banyak ditemukan di Kalimantan Selatan ini memiliki asam lemak esensial seperti DHA dan AA yang bermanfaat dalam tumbuh kembang anak bawah lima tahun (balita), zinc untuk imunitas tubuh, dan zat besi untuk mengatasi anemia.

Begitu juga, tulang ikan saluang mengandung kalsium yang tinggi sehingga dapat membantu pertumbuhan tulang dan mencegah stunting (kekerdilan terhadap anak).

Sementara waluh atau labu yang juga banyak ditemukan di Kalimantan Selatan banyak memiliki kandungan vitamin A dan C yang berguna dalam menjaga kesehatan mata dan kulit.

“Selain itu, waluh memiliki tinggi serat, sehingga cocok juga sebagai menu diet, mencegah penyakit jantung, menurunkan tekanan darah, mencegah kanker, serta meningkatkan imunitas tubuh,” tambah Triawanti.

Bahan makanan sederhana yang tersedia di sekitar kita bisa menjadi makanan yang lezat dan bernilai ekonomi tinggi sehingga menunjang pencegahan stunting pada keluarga.

Baca Juga: Akademisi Ini Sebut Nuget Saluang Makanan Bergizi Alternatif Cegah Stunting
Pemerintah Targetkan Tahun 2024 Angka Stunting Turun 14 Persen

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel Diauddin, dalam laporannya memaparkan bahwa angka stunting Kalsel tahun 2021 survei menunjukkan angka 30 persen.

“Angka stunting di Kalsel lumayan tinggi, 30 persen berdasarkan survei tahun 2021. Tapi kita optimistis di tahun 2022 angka itu akan turun,” ujarnya.