3 Alasan Minyak Jagung Dianggap Lebih Sehat dan Ampuh Turunkan Kolesterol

Ilustrasi minyak jagung (istimewa)

Penulis: Tanti Malasari, Editor: Dera - Sabtu, 22 Oktober 2022 | 07:00 WIB

Sariagri - Minyak goreng masih menjadi kebutuhan pokok masyrakat Indonesia. Hampir semua masakan rata-rata menggunakan minyak goreng untuk pengolahannya. Hal ini yang membuat kita patut berhati-hati dalam memilih minyak goreng.

Umumnya minyak goreng yang banyak digunakan adalah yang berasal dari kelapa sawit. Namun tahukah Sobat Agri, minyak kelapa sawit dikenal mengandung kadar lemak jenuh tinggi yang dapat meningkatkan kadar kolesterol.

Salah satu alternatif yang bisa digunakan yaitu dengan beralih menggunakan jenis minyak lain, seperti misalnya minyak jagung.

Mengapa minyak jagung lebih sehat?

Diketahui minyak jagung termasuk dalam kategori minyak yang sehat. Hal ini dikarenakan, minyak ini mengandung lemak tak jenuh yang baik untuk kesehatan.

Kandungan ini justru dinilai dapat membantu menurunkan kolesterol sehingga risiko penyakit jantung makin rendah. Ada tiga alasan mengapa minyak jagung dapat membantu menurunkan kolesterol, yaitu:

  1. Mengganti asam lemak jenuh dengan asam lemak tak jenuh rantai ganda.
  2. Menekan Low-density lipoprotein (LDL) yang sering disebut kolesterol buruk.
  3. Memperbaiki rasio LDL dan High-density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik menjadi lebih bagus.

Selain asam lemak tak jenuh rantai ganda yang berperan menurunkan kadar kolesterol, minyak jagung juga mengandung asam lemak tak jenuh rantai tunggal. Asam lemak tak jenuh rantai tunggal ini berperan baik dalam menjaga stabilitas tingkat insulin dan gula darah sehingga menekan risiko diabetes tipe 2.

Biasanya, dalam produk makanan yang berasal dari sayuran dan minyak jagung, sudah banyak yang mengandung fitosterol. Fitosterol ini dinilai dapat menekan penyerapan bahkan menurunkan kolesterol, termasuk LDL, dalam saluran pencernaan.

Baca Juga: 3 Alasan Minyak Jagung Dianggap Lebih Sehat dan Ampuh Turunkan Kolesterol
Pembelian Migor dengan KTP dan PeduliLindungi Dinilai Persulit Transaksi

Berdasarkan penelitian dilakukan untuk membandingkan asupan makanan mengandung kolesterol yang diolah dengan minyak jagung biasa dan minyak jagung yang sudah dihilangkan fitosterolnya, menunjukkan perbedaan signifikan.

Untuk makanan dengan minyak jagung tanpa fitosterol, terlihat mengalami peningkatan asupan kolesterol hingga 38 persen. Sedangkan makanan menggunakan minyak jagung dengan fitosterol memiliki kadar kolesterol lebih rendah yaitu 12 persen.