Gubernur Jateng Tertarik dengan Pangan Alternatif Berbahan Singkong

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Ist)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 20 Oktober 2022 | 14:00 WIB

Sariagri - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tertarik dengan salah satu pangan alternatif Spaghetti Mocaf berbahan dasar tepung singkong yang dipamerkan pada Festival Pangan Lokal Jawa Tengah di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali.

Menurut Ganjar, rasa dan tekstur yang dihasilkan dari bahan pangan alternatif itu ternyata sudah mendekati makanan serupa berbahan baku gandum atau tepung Semolina.

"Tadi inovasi-inovasi masakannya menurut saya luar biasa. Umpama membuat spaghetti dari mocaf. Di tangan chef yang bagus, yang hebat, rasanya persis. Mendekati, ya sekitar 90 persen, teksturnya juga sudah menyerupai seperti tepung (gandum)," katanya.

Ia menyebut kesuksesan peracik makanan itu dalam mengolah tepung singkong menjadi bukti bahwa pangan alternatif sangat bisa menggantikan makanan atau bahan pokok yang selama ini digunakan secara mainstream.

Oleh karena itu, pemanfaatan pangan alternatif harus terus didorong dan terus dikenalkan kepada masyarakat sebagai antisipasi dan persiapan apabila terjadi krisis pangan di masa mendatang.

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Jateng itu juga menyoroti tingginya tingkat makanan yang terbuang, setidaknya secara nasional ada 23-48 juta ton makanan terbuang dan menjadi sampah.

Mengetahui hal tersebut, Ganjar mengajak masyarakat untuk mengambil makanan secukupnya, tidak boleh boros, dan tentu saja harus habis dimakan.

Baca Juga: Gubernur Jateng Tertarik dengan Pangan Alternatif Berbahan Singkong
Tepung Mocaf, Olahan Singkong Pengganti Terigu

Hal lain yang menurut Ganjar menjadi penting soal pangan adalah kebutuhan gizi, sebab angka tengkes (stunting) masih tinggi dan banyak gerakan yang dilakukan untuk menekan angka tersebut.

Kemudian untuk mengembangkan tanaman pangan lokal dan pemanfaatannya, seluruh elemen masyarakat harus terlibat, termasuk lembaga penelitian, perguruan tinggi, petani, dan pemerintah daerah.

"Semua harus berkolaborasi sehingga ketahanan pangan akan terjaga dan pemenuhan gizi teratasi," ujarnya.