Benarkah Konsumsi Sushi Dapat Membuat Obesitas? Begini Penjelasannya

Ilustrasi sushi. (Freepik)

Penulis: Tanti Malasari, Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 18 Oktober 2022 | 10:30 WIB

Sariagri - Banyak orang yang beranggapan bahwa sushi adalah salah satu makanan sehat di dunia. Hal ini karena di dalam makanan ini terkandung berbagai macam nutrisi lengkap, seperti karbohidrat, protein dan sayuran.

Namun hal ini justru berbanding terbalik bagi seseorang yang sedang menjalankan program diet. Pasalnya tidak sedikit dari mereka, yang justru seakan ragu untuk menyantapnya.

Lantas apakah mengonsumsi makanan asal Jepang ini bisa membuat tubuh gemuk?

Pada dasarnya sushi merupakan makanan padat yang dibuat nasi, ikan mentah, dan sayuran. Terdengarnya memang sangat menyehatkan. Namun ternyata asumsi ini tidak sepenuhnya benar.

Mengutip laman Healthline (14/10), sushi sebenarnya memiliki beberapa titik kritis yang membuatnya tergolong makanan yang memicu obesitas.

Pertama, sushi berasal dari nasi putih yang merupakan bahan utama sushi. Nasi putih sendiri minim akan kandungan serat, vitamin, dan mineral.

Diketahui, nasi putih justru mengandung gula tinggi yang dapat menyebabkan naiknya kadar gula serta kadar insulin dalam darah secara cepat ketika dikonsumsi.

Selain itu, kandungan gula pada nasi putih juga dapat menyebabkan seseorang menjadi makan dalam porsi berlebihan. Hal inilah yang memicu seseorang menjadi naik angka timbangan badannya.

Kedua, makanan yang digulung dengan nori ini termasuk dalam makanan yang tinggi lemak dan rendah protein. Hal ini membuatnya tidak efektif untuk mengatasi rasa lapar ataupun menekan selera makan.

Mengapa sushi tinggi akan lemak? Sebab dalam mengonsumsi sushi, biasanya dilengkapi dengan berbagai topping, saus hingga adonan gorengan yang mengandung kalori dalam jumlah besar.

Ditambah lagi, sushi juga disebut-sebut rendah akan protein. Meski sekilas makanan padat ini kaya nutrisi, namun faktanya tidak demikian.

Kandungan ikan ataupun sayuran yang ada di dalamnya tidaklah banyak. Sebagi informasi, jika mengonsumsi makanan yang rendah protein, maka tidak akan mampu menahan rasa lapar dalam waktu yang lama. Hal ini justru membuat seseorang cenderung akan mencari makan dan camilan untuk membuat perut merasa kenyang.

Lalu bagaimana cara agar lebih sehat?

Untuk mengantisipasi kegemukan akibat mengonsumsi sushi, pada laman Healthline diungkapkan ada beberapa hal yang bisa membuat makanan ini menjadi lebih sehat. Caranya yaitu dengan mengganti nasi putih dengan nasi cokelat yang lebih kaya serat.

Lalu hindari sushi yang digoreng atau mengonsumsi sushi dengan menambahkan banyak saus. Kecap asin yang biasa menjadi pendamping sushi diketahui mengandung garam dalam jumlah yang tinggi. Hal ini bisa menimbulkan banyak risiko kesehatan, termasuk tekanan darah tinggi.

Baca Juga: Benarkah Konsumsi Sushi Dapat Membuat Obesitas? Begini Penjelasannya
4 Makanan yang Harus Dihindari Penderita Asam Urat, Dijamin Tak Kumat Lagi!

Hindari juga sushi dengan banyak topping. Sebaiknya pilih sushi berjenis sashimi yang memang 100% bahan makanan segar atau temaki sushi yang jumlah nasinya cenderung lebih sedikit dibanding lainnya.

Terakhir, jangan lupa juga untuk menambahkan asupan serat dan protein pada sushi, dengan mengonsumsi mekanan pendamping seperti edamame, salad rumput laut (wakame), atau sup miso.