Kiat Mengelola Sampah Warga DKI Menggunakan Eco Enzim

Ilustrasi sampah. (Foto: Unsplash)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 17 Oktober 2022 | 15:30 WIB

Sariagri - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendukung warga membuat enzim ramah lingkungan (eco enzyme) untuk mengelola sampah yang berasal dari kulit buah dan sayur menjadi cairan pembersih.

"Kita kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI untuk sosialisasi kepada warga mengenai pengelolaan sampah organik menggunakan eco enzyme," kata Meidy Widiyanto anggota Komunitas TKJKU Hijau di Jakarta Recycle Center (JRC) Pesanggrahan, Senin (17/10/2022).

Meidy menuturkan eco enzyme merupakan cairan pembersih dari hasil pemanfaatan sampah organik yang ramah lingkungan lantaran menggunakan limbah dari bahan alami. Cara pembuatan eco enzyme terbilang mudah dan bisa dilakukan di rumah yakni dengan mencampurkan air, gula merah, dan sampah organik dalam perbandingan 10 : 1 : 3.

Kemudian pencampuran sampah organik itu dikumpulkan dalam satu wadah yang difermentasi selama tiga bulan. Nantinya air akan diambil sebagai cairan pembersih eco enzyme dan ampasnya dikeringkan untuk dibuat pewangi hingga pupuk.

Pemakaian eco enzyme ini bisa digunakan membersihkan peralatan memasak, lantai, pestisida, hingga sabun mandi sesuai dosis. Menurutnya, pembuatan eco enzyme ini mendukung Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi DKI Jakarta No. 77 Tahun 2022 tentang pengelolaan sampah lingkup rukun warga.

Dengan adanya eco enzyme bisa membantu mengurangi sampah organik yang mayoritas bersumber dari limbah rumah tangga.

"Karena kita komunitas nirlaba jadi tidak diperjualbelikan, biasanya kita sosialisasi di RW dengan mengajarkan membuat eco enzyme sendiri di rumah," tuturnya.

Baca Juga: Kiat Mengelola Sampah Warga DKI Menggunakan Eco Enzim
Gara-gara Puntung Rokok, Bangunan di Cilincing Dilahap Api

Sebelumnya, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau warga menerapkan kebiasaan pilah sampah, salah satunya di Jakarta Recycle Center (JRC) sebagai Pusat Daur Ulang Sampah Terpadu, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Anies menyatakan dengan adanya pusat daur ulang sampah tersebut bisa mengurangi jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA).