Sejahterakan Petani, DPR Minta Pemerintah Masifkan Subsidi Pangan

Ilustrasi petani di sawah. (Pixabay)

Editor: Dera - Kamis, 6 Oktober 2022 | 19:45 WIB

Sariagri - Anggota Komisi IV DPR Andi Akmal Pasluddin menyebut tantangan Indonesia kedepannya adalah menyejahterakan petani, selain pelaku bisnis di sektor pangan. Pemerintah pun disarankan untuk memasifkan subsidi di sektor pangan agar kesejahteraan petani bisa diwujudkan. 

“Makanya kita meminta juga agar pemerintah memberikan subsidi di bidang pangan. Sebab, petani kita ini adalah profesi yang marginal dan harus dilindungi oleh negara,” ungkap Andi Akmal dalam keterangan tertulisnya.

Kelapa sawit, lanjut Andi, merupakan komoditas pertanian yang potensial, bahkan memiliki kontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Prospek dari kelapa sawit sangat bagus, setiap 1 hektare dapat menghasilkan 4 sampai 6 ton sawit per bulan dan setahun bisa menghasilkan Rp60 sampai Rp70 juta.

Andi Akmal menjelaskan di wilayah Sulawesi Selatan, kelapa sawit belum sebanyak seperti yang ada di Pulau Sumatra. Beberapa tempat seperti Kalimantan dan Sumatra, kebun kelapa sawit bisa dikombinasikan dengan ternak, bisa juga ditanami jagung.

Baca Juga: Sejahterakan Petani, DPR Minta Pemerintah Masifkan Subsidi Pangan
Anies Luncurkan Program Subsidi Pangan Demi Ringankan Beban Warga

Senada dengan Andi Akmal, Senior Promotion and Partnership Analyst BPDPKS Sulthan Muhammad Yusa mengatakan, kelapa sawit merupakan komoditas minyak dunia dengan produktivitas lahan yang paling baik dibandingkan minyak nabati lainnya. Sehingga, kelapa sawit menjadi pilihan paling sustainable dalam memenuhi kebutuhan minyak nabati dunia yang semakin bertumbuh.

Setiap tahun demand dan supply minyak nabati global rata-rata tumbuh masing-masing di level 8,5 juta MT dan 8,2 juta MT. Sebagai komoditas yang paling produktif, minyak sawit berkontribusi rata-rata 42% dari total supply minyak nabati dunia.