IMF Ungkap 48 Negara Krisis Pangan, 10-20 Negara di Antaranya Perlu Bantuan

Brazil alami krisis pangan. (Sariagri/Antara)

Editor: Yoyok - Selasa, 4 Oktober 2022 | 14:00 WIB

Sariagri - Dana Moneter Internasional (IMF) mengungkapkan 10 hingga 20 negara kemungkinan membutuhkan bantuan darurat untuk mengatasi krisis pangan global. Kedua puluh negara itu merupakan sebagian dari 48 negara yang diidentifikasi IMF telah mengalami krisis pangan.  

Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva mengatakan bahwa 141 juta orang di wilayah Arab telah merasakan kerawanan pangan. 

"Dari 48 negara, sekitar 10-20 kemungkinan akan meminta bantuan darurat. Cukup banyak dari mereka berada di sub Sahara Afrika. Kami di sini untuk kalian," ungkap Georgieva pada sebuah konferensi di Arab Saudi, Senin (3/10/2022).

Pada Jumat (30/9) pekan lalu, IMF menyetujui jendela pinjaman darurat di bawah instrumen pembiayaan darurat yang ada untuk membantu negara-negara yang mengalami kesulitan akibat perang di Ukraina. 

IMF juga akan berjuang untuk menolak pembatasan perdagangan makanan dan berencana untuk mendanai jendela makanan darurat menggunakan alokasi Hak Penarikan Khusus (SDR) tahun lalu. 

"Makanan pokok seperti gandum, beras, dan lentil berisiko tidak dapat diakses oleh masyarakat miskin pangan di seluruh wilayah," lanjut Georgieva. 

Di saat yang sama, negara-negara kawasan Timur Tengah dan sekitarnya berkomitmen untuk mendukung negara-negara yang mengalami krisis pangan. 

Baca Juga: IMF Ungkap 48 Negara Krisis Pangan, 10-20 Negara di Antaranya Perlu Bantuan
Perang Rusia-Ukraina Picu Krisis Pangan Global Terburuk Sejak 2008

Georgieva menambahkan, negara-negara Teluk Arab akan segera membuat pernyataan bersama terkait komitmen tersebut. 

Sebelum ini, Kelompok Koordinasi Arab mengumumkan tersedianya dana awal sebesar 10 miliar dolar AS untuk meringankan krisis pasokan pangan global. 

IMF dan Arab Saudi pada hari Senin juga menandatangani perjanjian untuk mendirikan kantor perwakilan regional IMF di Riyadh. Langkah ini diharapkan bisa membantu serangkaian program bantuan yang sedang disiapkan.

Video Terkait