Perang Rusia-Ukraina Picu Krisis Pangan Global Terburuk Sejak 2008

Ilustrasi biji gandum. (pixabay)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Reza P - Sabtu, 1 Oktober 2022 | 20:00 WIB

Sariagri - Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan, invasi Rusia ke Ukraina mengganggu pasokan biji-bijian dan pupuk ke seluruh dunia. Hal ini telah mendorong krisis ketahanan pangan terburuk sejak krisis keuangan global 2007-2008. Lembaga itu mencatat ada 345 juta orang menghadapi kekurangan pangan.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan IMF, diperkirakan 48 negara yang paling terkena kekurangan pangan menghadapi peningkatan gabungan dalam tagihan impor mereka sebesar USD9 miliar pada 2022 dan 2023. Hal ini karena lonjakan harga pangan dan pupuk yang tiba-tiba yang disebabkan oleh invasi Rusia.

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan untuk tahun ini saja, diperkirakan negara-negara yang sangat terpapar membutuhkan sebanyak USD7 miliar untuk membantu rumah tangga termiskin mengatasinya.

"Perang Ukraina telah memperburuk krisis pangan yang telah berkembang sejak 2018, sebagian karena meningkatnya frekuensi dan tingkat keparahan guncangan iklim dan konflik regional," ujar Kristalina, dikutip dari Channel News Asia.

IMF meminta peningkatan cepat dalam bantuan kemanusiaan melalui Program Pangan Dunia dan organisasi lain, serta langkah-langkah fiskal yang ditargetkan di negara-negara yang terkena dampak untuk membantu orang miskin. Namun disebutkan bahwa pemerintah perlu memprioritaskan memerangi inflasi.

"Bantuan sosial jangka pendek harus fokus pada pemberian bantuan makanan darurat atau bantuan tunai kepada orang miskin, seperti yang baru-baru ini diumumkan oleh Djibouti, Honduras, dan Sierra Leone," ucap Kristalina.

IMF juga mendukung penghapusan larangan ekspor makanan dan tindakan proteksionis lainnya, mengutip penelitian Bank Dunia bahwa ini menyumbang sebanyak 9 persen dari kenaikan harga gandum dunia.

Selain itu, peningkatan produksi dan distribusi tanaman, termasuk melalui peningkatan pembiayaan perdagangan, juga penting untuk mengatasi gejolak harga pangan saat ini.

Video Terkait



Baca Juga: Perang Rusia-Ukraina Picu Krisis Pangan Global Terburuk Sejak 2008
Kelaparan Melanda Dunia, Jokowi: Bersyukur, Orang RI Masih Bisa ke Restoran