KSP: Pemerintah Berhasil Kendalikan Inflasi, Harga Pangan Masih Aman

Pedagang sayur mayur menunggu pembeli di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (1/11/2021). (ANTARA FOTO / Irwansyah Putra)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 30 September 2022 | 19:30 WIB

Sariagri - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Edy Priyono menyatakan, kerja keras pemerintah dalam pengendalian inflasi berhasil menjaga stabilitas harga pangan pasca kenaikan harga bahan bakan minyak (BBM).

Pemerintah melalui tim pengendalian inflasi pusat (TPIP) dan tim pengendalian inflasi daerah (TPID), terus bersinergi dan melakukan berbagai extra effort atau usaha lebih dalam mengendalikan inflasi pangan.

"Stabilitas harga pangan pasca kenaikan harga BBM tidak lepas dari upaya pemerintah dalam pengendalian inflasi baik di pusat maupun daerah," ujar Edy Priyono di gedung Bina Graha Jakarta, Jumat (30/9/2022).

Edy menerangkan, berdasarkan pantauan KSP dari data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) per 27 September 2022, sejumlah harga komoditas pangan strategis masih dalam koridor aman. Contohnya pada komoditas pangan minyak goreng curah sudah berada pada harga Rp 14.450 per kilogram atau di bawah tingkat Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni sebesar Rp 15.500 per kilogram.

"Kemudian harga daging ayam, daging sapi, bawang merah, bawang putih, dan cabai rawit, juga sudah berada pada rentang harga normal dengan tingkat perubahan harga bulanan yang terjaga,” ucapnya.

Lebih lanjut, Edy memaparkan bahwa harga cabai rawit berada di level Rp 57.300 per kilogram atau turun 36,4 persen dari harga puncaknya pada 14 Juli 2022, yakni Rp 90.050 per kilogram. Begitu juga dengan harga bawang merah, yang pada puncaknya mencapai Rp 64.800 per kilogram menjadi Rp 35.500 per kilogram atau turun sebesar 17,44 persen.

"Pasca kenaikan harga cukup tinggi aneka cabai dan bawang pada rentang dua bulan yang lalu, saat ini aneka cabai dan bawang dalam tren menurun dan stabil," terang Edy Priyono.

Edy mengatakan pemerintah telah melakukan beberap langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga pangan pasca kenaikan harga BBM. Mulai dari memperkuat dan memperluas kerjasama antar daerah, melaksanakan operasi pasar untuk memastikan keterjangkauan harga, pemanfaatan platform perdagangan digital untuk kelancaran distribusi, dan menggunakan anggaran belanja tak terduga dalam pengendalian inflasi.

Tak hanya itu, pemerintah juga mengoptimalkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk tematik ketahanan pangan, serta pemanfaatan 2 persen Dana Transfer Umum (DTU) untuk membantu sektor transportasi dan tambahan perlindungan sosial.

"Pemerintah juga melakukan percepatan Implementasi program tanam pangan pekarangan, dan memperkuat sinergi TPIP-TPID dengan memperluas GNPIP untuk mempercepat stabilisasi harga," jelas Edy Priyono.

Baca Juga: KSP: Pemerintah Berhasil Kendalikan Inflasi, Harga Pangan Masih Aman
Harga Beras Naik, Bulog: Jangan Khawatir Stok Aman Harga Terjangkau

Edy memberi catatan, kini harga pangan yang berada dalam kondisi mengkhawatirkan adalah kedelai kering. Di mana Per 27 September, rata-rata harga kedelai kering mencapai Rp 14.300 per kilogram.

"Pemerintah sedang menyiapkan langkah jangka pendek dan jangka panjang untuk mengatasi tingginya harga kedelai," pungkasnya.

Video Terkait