Mengenal Jenis-Jenis Pastry yang Gurih dan Lezat

Ilustrasi jenis-jenis pastry (Pxhere)

Penulis: Tanti Malasari, Editor: Dera - Rabu, 5 Oktober 2022 | 06:00 WIB

Sariagri - Pastry adalah salah satu makanan yang banyak ditemukan di toko kue dan coffee shop masa kini. Makanan ini hadir dengan cita rasa gurih, yang terbuat dari campuran adonan tepung dan lemak yang diikat dengan telur maupun air, dan setelah itu dipanggang.

Tidak hanya satu, jenis-jenis dari pastry ternyata cukup beragam. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasannya berikut ini.

Jenis-jenis pastry

1. Puff Pastry

Secara bentuk, puff pastry memiliki ukuran yang lebih mengembang, lebih tinggi dan lebih kaya rasa dibanding jenis pastry lainnya.

Jenis pastry ini juga dapat diolah dengan rasa yang manis ataupun asin. Sekilas, puff pastry terlihat mirip dengan jenis phyllo pastry. Meski begitu, bahan dasar dan cara pembuatannya sebenarnya berbeda. Salah satunya yaitu jumlah lemak yang dipakai pada pembuatan phyllo pastry lebih sedikit dibandingkan puff pastry.

2. Phyllo

Seperti yang telah disampaikan di atas, puff pastry terlihat mirip seperti phyllo pastry. Hal ini karena keduanya menggunakan adonan yang sama namun dengan minyak yang lebih sedikit. Hal inilah yang membuatnya difungsikan untuk mengurangi konsumsi lemak.

Ketika sudah dipanggang, phyllo menghasilkan bentuk yang berlapis-lapis dan setipis kertas. Selain itu, phyllo memiliki tekstur akhir yang sangat renyah. Salah satu contoh phyllo pastry adalah apple strudle khas malang.

3. Croissant

Croissant merupakan jenis pastry yang paling familiar. Umumnya pastry ini biasa disajikan saat waktu sarapan atau pendamping teh sore hari. Secara bentuk, croissant lebih mudah dikenali karena memiliki bentuk yang khas seperti bulan sabit.

Pastry ini pada dasarnya menggunakan adonan puff pastry yang kemudian ditambahkan ragi. Dalam proses pembuatannya, dibutuhkan kesabaran extra sebab membutuhkan waktu pengistirahatan selama 30 menit.

4. Danish

Sama halnya dengan puff pastry, pastry yang satu ini juga dibuat dari adonan dasar pastry yang dilipat hingga berlapis-lapis. Hanya saja, perbedaannya terletak dari penggunaan ragi itu sendiri.

Selain itu, waktu pengistirahatan danish pastry juga tidak selama croissant pastry. Hal ini membuat teksturnya menjadi lebih lunak dibandingkan croissant pastry. Dari segi rasa, danish juga memiliki rasa yang lebih manis dengan aroma mentega yang lebih berasa.

5. Short Pastry

Jenis pastry yang ini merupakan produk pastry yang menggunakan kadar lemak lebih banyak. Bahkan sering kali juga diberi tambahan bahan pengembang. Salah satu pastry yang menggunakan jenis ini yaitu pie, dengan teksturnya kering dan rapuh.

Baca Juga: Mengenal Jenis-Jenis Pastry yang Gurih dan Lezat
Mengenal Donburi, Hidangan Nasi Khas Jepang dengan Topping Lauk Nikmat

6. Choux Pastry

Berbeda dengan jenis pastry sebelumnya, choux adalah pastry yang dalam proses pembuatannya bahan baku utamanya menggunakan margarin dan air yang dimasak hingga meleleh. Setelah itu ditambahkan terigu dan telur lalu diaduk hingga tercampur rata dan tidak lengket.

Kemudian adonan tersebut sudah bisa dibentuk dengan spuit khusus choux. Tekstur choux sangat lembut dengan bentuk kosong pada bagian dalamnya, sehingga dapat diisi dengan vla.

Video Terkait