Banyak Anak-anak Kelaparan, Inggris Dibayang-bayangi Krisis Pangan

Ilustrasi anak-anak. (pixabay)

Editor: Dera - Selasa, 27 September 2022 | 12:15 WIB

Sariagri - Inggris terancam mengalami krisis pangan, hal tersebut dikarenakan kekeringan dan harga energi yang tinggi memberi tekanan pada petani.

Mengutip The Guardian, petani yang menggunakan rumah kaca tidak berkebun dan menunggu sampai musim semi, yaitu ketika waktu siang hari lebih panjang. Tanaman yang biasanya menopang negara seperti kubis, wortel dan kentang, kemungkinan akan berkurang panennya karena kekeringan. 

Meskipun terdapat curah hujan di seluruh Inggris yang kadang-kadang deras, namun belum cukup untuk mengisi kembali permukaan sungai, waduk, dan air tanah. Para petani berharap agar hujan akan konsisten selama berminggu-minggu untuk membuat tanah lebih lembab untuk digali, tetapi ini tidak terjadi.

Selama periode penaburan yaitu September, menurut perkiraan dari Pusat Ekologi dan Hidrologi Inggris cuaca masih tidak bagus. Hampir semua aliran sungai, kecuali beberapa di barat laut, Skotlandia dan Irlandia Utara, diperkirakan berada pada tingkat rendah. 

“Sektor buah dan sayuran tidak diragukan lagi berada dalam krisis,” kata Rob Percival, Kepala Kebijakan Pangan di Soil Association. 

“Banyak petani mengalami pengurangan 20 persen dalam produksi tanaman tahun ini dan sebagian besar petani mengantisipasi pengurangan lebih lanjut di tahun mendatang. Tanpa tindakan segera dan dari pemerintah, kita dapat melihat bisnis akan bangkrut dan kekurangan di rak-rak supermarket,” tambahnya. 

Baca Juga: Banyak Anak-anak Kelaparan, Inggris Dibayang-bayangi Krisis Pangan
3 Jurus Jitu Indonesia Hadapi Krisis Pangan Global

Poundsterling yang Melemah

Keadaan diperburuk dengan melemahnya mata uang Inggris, poundsterling. Poundsterling bernilai lemah berarti biaya barang dan jasa yang diimpor ke Inggris akan lebih mahal. Artinya, berbagai harga kebutuhan konsumen Inggris akan naik. 

Inggris mengimpor lebih dari 50 persen makanannya, sehingga biaya segala sesuatu mulai dari labu siam hingga pisang naik. Tingkat utama inflasi harga konsumen, yang baru-baru ini turun sedikit menjadi 9,9 persen akan mulai naik kembali. 

Video Terkait