Harga Bahan Bakar dan Pupuk Meningkat, 345 Juta Orang Terancam Kelaparan

ratusan ribu orang di Ethiopia kelaparan. (Reuters via Antara)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 23 September 2022 | 18:30 WIB

Sariagri - Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) memperingatkan bahwa dunia sedang menghadapi darurat global yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana 345 juta orang kini terancam kelaparan.

Direktur eksekutif Program Pangan Dunia PBB menyampaikan bahwa ratusan juta orang menghadapi kerawanan pangan dikarenakan dampak ekonomi yang berkepanjangan dari pandemi Covid-19. Selain itu, masalah rantai pasokan yang signifikan yang disebabkan oleh konflik di Ukraina dan sanksi pembalasan yang dijatuhkan oleh Barat.

"Apa yang tadinya merupakan gelombang kelaparan sekarang menjadi tsunami kelaparan. Ini disebabkan konflik di Ukraina, efek ekonomi pandemi, perubahan iklim dan kenaikan harga bahan bakar," kata Beasley, dikutip dari Russian Today.

Pengiriman biji-bijian dari Ukraina dan Rusia, yang biasanya mengekspor cukup barang untuk memberi makan ratusan juta orang, telah turun tajam di tengah pertempuran, seperti halnya ekspor pupuk dari Rusia, produsen terbesar kedua di dunia setelah China.

Beasley menyampaikan terlepas dari kesepakatan pada bulan Juli yang mengizinkan pengiriman gandum Ukraina, ada risiko nyata dan berbahaya dari berbagai kelaparan pada tahun ini.

Baca Juga: Harga Bahan Bakar dan Pupuk Meningkat, 345 Juta Orang Terancam Kelaparan
5 Jenis Kepiting yang Punya Harga Fantastis, Ada yang Hampir 200 Juta

"Dan pada tahun 2023, krisis harga pangan saat ini dapat berkembang menjadi krisis ketersediaan pangan jika kita tidak bertindak," jelasnya.

Selain itu, ia mengatakan kini kondisi dunia sangat meresahkan bahwa 50 juta dari orang-orang di 45 negara menderita kekurangan gizi yang sangat akut.

Video Terkait