Mitigasi Inflasi Tinggi, Pemerintah Pelototi Pergerakan Harga Pangan

Para pedagang di pasar Bogor. (SariAgri/Akbarda Winardi)  

Editor: Yoyok - Jumat, 23 September 2022 | 17:15 WIB

Sariagri - Pemerintah memonitor dengan ketat pergerakan harga komoditas usai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam rangka memitigasi potensi kenaikan inflasi yang tinggi.

“Kami terus memonitor pergerakan harga komoditas pangan agar dapat segera melakukan antisipasi apabila terjadi lonjakan harga,“ kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat (23/9/2022).

Setelah kenaikan harga BBM pada awal September 2022, sejumlah komoditas pangan seperti cabai dan bawang merah mengalami kenaikan harga walaupun pergerakannya cenderung menurun dan stabil.

Sementara itu harga komoditas yang perlu mendapat perhatian khusus adalah beras karena masih dalam tren meningkat.

Pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) akan terus memperkuat koordinasi maupun sinergi program kebijakan untuk stabilisasi harga terutama pasca penyesuaian BBM.

“Juga akan diperkuat sinergi TPIP-TPID melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) untuk mempercepat stabilisasi harga,” kata Airlangga.

Selain itu, pemerintah juga memperluas kerja sama antardaerah (KAD) terutama untuk daerah surplus/defisit dalam menjaga ketersediaan suplai komoditas.

Upaya lain yakni melalui penambahan frekuensi pelaksanaan operasi pasar termasuk peningkatan program ketersediaan pangan dan stabilitas harga (KPSH) untuk segera menstabilkan harga beras.

Tak hanya itu, Airlangga mengatakan kerja sama dengan pelaku digital pertanian turut diperluas untuk menambah produktivitas maupun pemanfaatan teknologi dalam rangka memperlancar distribusi.

Pemerintah pun mempercepat implementasi program tanam pangan pekarangan misalnya cabai untuk mengantisipasi tingginya permintaan pada akhir tahun.

Baca Juga: Mitigasi Inflasi Tinggi, Pemerintah Pelototi Pergerakan Harga Pangan
Krisis Pangan Picu Kekhawatiran Perang Dagang Meluas, Perparah Pasokan

“Dalam jangka menengah juga akan mengembangkan program closed loop dalam hilirisasi produk hortikultura,” ujarnya.

Sarana dan prasarana penyimpanan produk hasil panen khususnya di daerah sentra produksi juga akan terus diperbanyak dan diperkuat agar umur simpan lebih panjang.

Oleh sebab itu, Airlangga optimistis seluruh upaya ini akan mampu menekan inflasi di bawah 5 persen hingga akhir 2022.

Video Terkait