Unik, Warga Desa Tukar Sampah Dapat Sembako

Warga Gresik tukarkan sampahnya untuk dapat kebutuhan pokok. (Sariagri/Arief L)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 23 September 2022 | 13:00 WIB

Pengurus Desa Balongpanggang, Kecamatan Mojoroto, Kabupaten Gresik, Jawa Timur memiliki terobosan unik dalam menghadapi persoalan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berimbas pada naiknya harga bahan kebutuhan pangan pokok.

Satu diantaranya yakni menukarkan sampah rumah tangga dengan aneka sembako. Sampah atau barang bekas rumah tangga bisa ditukar sembako, seperti kardus, botol mineral, plastik kemasan makanan, besi hingga buku atau koran bekas.

Sesampainya di lokasi bank sampah, kemudian barang yang disetor ditimbang untuk ditentukan nominal yang didapat. Selanjutnya sampah bisa ditukar dengan aneka barang pokok maupun sembako antara lain telur ayam, minyak goreng, beras, gula, mie instan maupun kebutuhan pokok lainnya.

Menurut Karno, Ketua bank sampah Desa Balongpanggang, selain bertujuan memenuhi kebutuhan rumah tangga, upaya ini sekaligus mengurangi sampah yang ada di lingkungan sekitar pemukiman.

“kita tahu adanya kenaikan harga BBM, berdampak semua barang kebutuhan pokok dan sembako ikut naik. Atas dasar pemikiran itu, kami mengagas tukar sampah dengan sembako untuk meringankan warga sekaligus menjaga lingkungan agar tetap bersih dan terbebas dari sampah,” terang Karno kepada Sariagri, Kamis (22/9/2022).

Karno menambahkan sampah dan barang tak terpakai tersebut setiap dua minggu sekali disetorkan ke sentra bank sampah lingkungan bersahabat.

Selain disetor dengan cara datang, petugas bank sampah juga melakukan aksi jemput bola dengan membawa gerobak mendatangi tiap rumah warga.

Bagi sebagian besar warga, terobosan menukar sampah dengan sembako disambut suka cita. Karena bisa membantu kebutuhan makan sehari-hari dan lingkungan desa menjadi lebih bersih.

“Kami senang sekali bisa menukar sampah yang dipungut dari lingkungan menjadi sembako. Alhamdulillah ini saya dapat telur ayam 1 kilo dari hasil menukar botol mineral dan kardus. Karena sampah ini kalau dibiarkan menjadi sarang tikus,” ucap Nur Khalimah sambil menunjukan telur hasil menukar sampah.

Video Terkait