Krisis Pangan Memburuk, Jutaan Orang di Dunia Kelaparan Akut

ratusan ribu orang di Ethiopia kelaparan. (Reuters via Antara)

Editor: Dera - Kamis, 22 September 2022 | 19:15 WIB

Sariagri - Program Pangan Dunia (WFP) dan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) melaporkan sedikitnya 970.000 orang menghadapi bencana kelaparan yang parah di Afghanistan, Ethiopia, Sudan Selatan, Somalia, dan Yaman. Jumlah ini sepuluh kali lebih banyak dibandingkan dengan lima tahun lalu.

Kedua lembaga dunia itu menyerukan tindakan kemanusiaan untuk 19 titik kelaparan, guna mencegah hilangnya nyawa dalam jumlah besar antara Oktober 2022 dan Januari 2023. 

Laporan tersebut dikeluarkan saat dunia menghadapi krisis pangan terbesar dalam sejarah modern, akibat konflik, guncangan iklim, dan ancaman resesi global yang menempatkan jutaan orang dalam bahaya.

WFP dan FAO juga mencatat, 345 juta orang di 82 negara menghadapi kerawanan pangan akut, jumlah ini naik dari 282 juta orang pada akhir tahun lalu. WFP menyebutkan hingga 50 juta orang di 45 negara kini berada di ambang kelaparan dan tanpa dukungan.

"Dunia sedang menghadapi krisis pangan dengan proporsi yang belum pernah terjadi sebelumnya, terbesar dalam sejarah modern. Jutaan orang berisiko mengalami kelaparan yang semakin parah kecuali tindakan diambil sekarang," kata Chiara Pallnch, Analis Senior di Unit Analisis dan Peringatan Dini di WFP, yang dilansir dari wfp.org.

Chiara Pallnch menambahkan bahwa kebutuhan makanan dan nutrisi di seluruh dunia akan segera melampaui kemampuan WFP atau organisasi mana pun untuk memenuhinya.

Ia menyebut, hingga 26 juta orang diperkirakan menghadapi krisis pangan yang lebih buruk di Somalia, Ethiopia timur dan selatan, serta Kenya Utara dan Timur. Akibat kurangnya dana, bantuan kemanusiaan kemungkinan akan dipotong sehingga berisiko terjadinya kematian skala besar akibat kelaparan di Somalia.

Kekeringan, Banjir dan Konflik

Direktur Eksekutif WFP David Bealey mengatakan, masyarakat di negara-negara Afrika tersebut akan menatap badai yang sempurna, yakni kemungkinan musim hujan kelima yang gagal berturut-turut dengan kekeringan yang berlangsung hingga tahun 2023. Di sisi lain, kekerasan atau konflik terorganisir tetap menjadi pendorong utama kelaparan akut.

Selain kekeringan, WFP juga menambahkan Pakistan sebagai negara yang menghadapi kerawanan pangan akibat bencana banjir muson yang melanda 116 distrik pada akhir Agustus, yang mempengaruhi 33 juta orang.

Baca Juga: Krisis Pangan Memburuk, Jutaan Orang di Dunia Kelaparan Akut
3 Jurus Jitu Indonesia Hadapi Krisis Pangan Global



Amerika Latin, Guatemala dan Honduras juga masuk dalam catatan kerawanan pangan akibat curah hujan di atas rata-rata yang meningkatkan kemungkinan banjir. Sementara Malawi masuk dalam laporan tetapi lebih karena curah hujan di bawah rata-rata yang membuat panen di negeri itu mengalami kegagalan.

WFP sendiri telah memobilisasi semua sumber daya yang tersedia untuk mencegah kelaparan dengan target 153 juta orang pada tahun 2022.

Bantuan berfokus pada tiga hal, yakni makanan darurat dan bantuan tunai serta dukungan nutrisi untuk mencegah jutaan orang meninggal karena kelaparan, mendukung sistem perlindungan sosial nasional, dan memperkuat sistem pangan.

Video Terkait