Anies Luncurkan Program Subsidi Pangan Demi Ringankan Beban Warga

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan luncurkan program pangan subsidi (Pemprov Jakarta)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Reza P - Kamis, 22 September 2022 | 14:30 WIB

Sariagri - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meluncurkan Program pangan murah bersubsidi yang diberikan kepada 1,1 juta penerima yang dibagikan melalui 312 lokasi di seluruh Jakarta.

Anies juga meninjau langsung pelaksanaan penyaluran pangan murah bersubsidi di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, pada Kamis (22/9).

“Paket pangan terdiri dari beras, daging ayam, daging sapi, telur ayam, ikan, dan susu. Masyarakat kalau membeli di luar nilainya Rp 402 ribu. Tapi mereka hanya bayar lewat program ini Rp 126 ribu. Jadi subsidi hampir 70 persen,” papar Gubernur Anies.

Anies berharap melalui program pangan murah bersubsidi ini dapat meringankan beban hidup masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokoknya, di tengah kondisi kenaikan harga pangan.

“Jadi program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat di pekan-pekan yang saat ini masyarakat merasakan tekanan ekonomi yang cukup besar, di mana biaya-biaya mengalami peningkatan,” terangnya.
Dengan demikian, masyarakat dapat terus menjalani kehidupan yang baik di Jakarta dengan pemerintah hadir di dalamnya.

“Harapannya denga program seperti ini juga, kelompok masyarakat yang memiliki daya beli rendah, mereka bisa melangsungkan kehidupan dengan baik," jelasnya

"Pemerintah hadir membantu meringankan, ini ikhtiar kita di Jakarta untuk menjaga seluruh unsur masyarakat bisa tetap menjalankan penghidupannya dengan baik,” tambahnya.

Baca Juga: Anies Luncurkan Program Subsidi Pangan Demi Ringankan Beban Warga
Kisah Pengalaman Pahit Jadi Petani Penangkar Benih Kedelai

Selain itu Gubernur Anies mengungkapkan bahwa 3 (tiga) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta turut memegang peranan penting dalam stabilisasi harga pangan di Jakarta. Peranan BUMD dalam hal melakukan kolaborasi antar daerah, pasokan pangan, dan harganya pun dipastikan terkendali.

“Di samping program subsidi, juga pengelolaan atas pasokan pangan yang dikerjakan oleh 3 BUMD kita, Dharma Jaya, Tjipinang FS, dan Pasar Jaya. Ketiganya ini berhasil membuat harga kebutuhan pokok di Jakarta bukan hanya stabil, tapi relatif lebih murah dibanding wilayah sekitar Jakarta karena mereka bisa kerja sama lintas daerah, punya ekosistem yang lebih sehat, sehingga masyarakat dapat merasakan dampaknya,” pungkasnya.

Video Terkait