Waspada! Ini Bahaya Makanan yang Sempat Dihinggapi Lalat

Ilustrasi Lalat (Pixabay)

Editor: Dera - Kamis, 22 September 2022 | 07:00 WIB

Sariagri - Lalat merupakan serangga yang cukup menjengkelkan. Namun berbeda dengan nyamuk, lalat mengganggu dengan terus berterbangan dan tidak menggigit. 

Menurut penelitian University of Massachusetts, kehidupan lalat di antara manusia lebih mengancam dari yang kita duga. Para ilmuwan memperingatkan bahwa lalat 'sinantropik' atau lalat yang tidak menggigit, dapat membawa penyakit lewat muntahannya.

Sampai sekarang, para ahli epidemiologi memusatkan sebagian besar perhatian pada lalat dari varietas yang menggigit. Ketika seekor serangga menggigit manusia, serangga tersebut berpotensi menyebarkan penyakit dengan mentransfer darah yang terinfeksi. 

Anehnya, penulis penelitian mengatakan apa yang dimuntahkan lalat yang tidak menggigit atau lalat yang biasa kita temui, memiliki risiko yang jauh lebih besar bagi kesehatan manusia.

“Saya meneliti lalat sinantropik sejak saya menjadi mahasiswa pascasarjana pada 1960-an,” kata penulis studi John Stoffolano, profesor entomologi di Sekolah Pertanian Stockbridge UMass Amherst. 

“Dan lalat sinantropik sebagian besar telah diabaikan. Lalat pemakan darah menjadi pusat perhatian, tetapi kita harus memperhatikan yang hidup di antara kita karena lalat ini mendapatkan nutrisi dari manusia dan hewan yang mengeluarkan patogen melalui air mata, kotoran, dan luka,” tambahnya. 

Para peneliti memilih lalat rumahan biasa sebagai contoh. Selama hari-hari biasa, seekor lalat berdengung di sekitar rumah, mengambil berbagai makanan yang tersedia. Sumber makanan ini sering kali termasuk hidangan yang tidak begitu menggugah selera seperti kotoran hewan, sampah yang membusun dan selokan. 

Setelah makan, lalat akan menaruh makanan di suatu anggota tubuh yang disebut "crop." Karena crop bukanlah bagian dari pencernaan, crop tidak memiliki cukup enzim pencernaan atau peptida antimikroba yang menetralkan makanan. Jadi, secara tidak langsung, crop menjadi tempat penyimpanan patogen penyebab penyakit.

Lalat tersebut kemudian hinggap di makanan yang kamu buat. Sebelum lalat benar-benar memakan sebagian dari makanan yang sudah kamu buat, serangga itu memuntahkan sebagian dari sisa makanannya ke makanan. 

Baca Juga: Waspada! Ini Bahaya Makanan yang Sempat Dihinggapi Lalat
Indonesia Bisa Tiru, Begini Pola Hidup 3 Negara Paling Sehat di Dunia

Lebih buruk lagi, tim peneliti mencatat bahwa crop lalat diketahui dapat menimbulkan resistensi antibakteri. Artinya, apa yang dimuntahkan ke makanan kamu akan resisten terhadap obat-obatan konvensional.

“Kesehatan kita bergantung pada perhatian lebih dekat pada lalat yang hidup bersama kita ini,” tukas Stoffolano. 

 

Video Terkait