Apakah Kentang yang Bertunas Aman untuk Dimakan?

Ilustrasi membuat susu kentang. (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 20 September 2022 | 16:30 WIB

Sariagri - Kentang yang didiamkan begitu saja di dapur biasanya akan berujung dengan tumbuhnya kecambah. Tidak sedikit orang yang ragu apakah kentang tersebut masih bisa diolah.

Melansir All Recipes, kentang yang berkecambah atau bertunas biasanya terjadi ketika suhu mencapai 68 derajat F. Artinya, suhu dalam rumah telah menipu kentang yang berpikir sudah waktunya untuk bertunas.

Bagian kentang yang biasa diolah menjadi makanan merupakan umbinya yang menyimpan kelebihan nutrisi. Ketika sudah waktunya bertunas, kentang akan mengubah nutrisi tersebut menjadi energi dan mulai menumbuhkan kecambah.

Lantas, apakah kentang yang bertunas buruk untuk diolah? Kecambah pada kentang memang berpotensi menjadi racun karena zat kimia yang disebut solanin.

Kentang dan buah lainnya seperti terong, tomat dan paprika secara alami akan menghasilkan solanin yang beracun bagi manusia jika tertelan dalam jumlah besar. Saat kentang tidak aktif, solanin bukan masalah.

Namun, kentang yang disimpan dengan tidak benar atau dalam kondisi pertumbuhan yang ideal membuatnya akan memproduksi solanin dalam kecambahnya. Umbi itu juga akan berubah mejadi hijau jika terkena cahaya terlalu banyak yang menandakan produksi solanin juga.

Baca Juga: Apakah Kentang yang Bertunas Aman untuk Dimakan?
Catat! Ternyata Begini Cara Sehat Mengolah Kentang

Selain itu, ketika kentang mulai bertunas, nutrisinya mulai memudar karena diubah menjadi gula. Jika dibiarkan sendiri, mereka akan mengerut dan menjadi tidak aman untuk dimakan seluruhnya.

Apakah kentang bertunas aman untuk dimakan? Kentang yang masih keras dengan tunas yang relatif kecil juga tidak menunjukkan kerutan, tidak masalah untuk dimakan. Namun, jika kentang bertunas dan mengkerut sebaiknya jangan dimakan. Kentang bertunas tersebut berpotensi membawa penyakit ketika dimakan.