Jangan Salah, Begini Cara Para Ahli Memasak Nasi

Ilustrasi nasi putih (Wikimedia Commons)

Penulis: Triana, Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 22 September 2022 | 06:00 WIB

Sariagri - Hal terpenting yang perlu kita pikirkan sebelum memasak nasi bukan hanya masalah pulen dan rasanya yang enak. Namun ada hal yang penting untuk diperhatikan, yaitu kandungan gizinya. Ada sebuah studi yang menjelaskan cara kita memasak nasi kita selama ini ternyata salah.

Alih-alih mendapatkan nasi yang sehat dan juga enak, cara yang biasa kita lakukan ternyata bisa membahayakan bagi tubuh kita. Menurut studi tersebut, nasi yang dimasak dengan cara yang kurang tepat masih meninggalkan jejak arsenik yang disebabkan oleh racun industri dan residu pestisida yang tertinggal di tanah.

Lalu bagaimana cara menghilangkan racun tersebut. Untuk mendapatkan nasi yang baik dari segi kesehatan, kita harus memasak nasi tersebut dengan jumlah air yang dua kali lipat dari yang biasa kita lakukan.

Jika tidak begitu, kita juga bisa merendamnya semalaman sebelum memasaknya. Dalam program BBC “Trust Me, I'm a Doctor”, Profesor Andy Meharg, dari Universitas Queens Belfast, melakukan tes terhadap tiga cara memasak beras untuk melihat tingkat arsenik yang paling banyak.

- Tes pertama: memasak beras dengan menggunakan metode satu gelas beras, dua gelas air. Hasilnya, masih ada jejak racun arsenik dalam nasi tersebut.

Baca Juga: Jangan Salah, Begini Cara Para Ahli Memasak Nasi
Anti Ribet, Begini Cara Mengatasi Nasi yang Kebanyakan Air

- Tes kedua: menggunakan lima gelas air untuk satu gelas beras. Dengan cara ini nasi memang menjadi lebih lembek seperti bubur, tapi tingkat racun arsenik di dalamnya hampir setengahnya.

- Tes ketiga: sebelum dimasak, beras direndam semalaman. Prof. Meharg menemukan bahwa cara ini bisa menurunkan racun arsenik hingga 80 persen.

Video Terkait