Antisipasi Kenaikan Inflasi, Begini Delapan Strategi Pemerintah

Sejumlah bahan pokok di salah satu pasar tradisional Yogyakarta. (Antara/Eka AR/am)

Editor: Yoyok - Rabu, 14 September 2022 | 19:45 WIB

Sariagri - Pemerintah menargetkan inflasi pangan turun hingga di bawah 5 persen pada akhir tahun. Untuk itu, pemerintah menerapkan delapan strategi utama untuk mengantisipasi kenaikan inflasi pada akhir tahun. 

“Pemerintah menargetkan inflasi pangan di bawah 5 persen, karena sundulan inflasi dari sektor energi bisa 1,6 hingga 2 persen, jadi kita harus berhati-hati,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah Pengendalian Inflasi Tahun 2022, Rabu (14/9/2022). 

Airlangga mengatakan langkah-langkah ekstra akan dilakukan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga. 

Pertama, memperluas kerja sama antardaerah, terutama untuk daerah surplus atau defisit dalam menjaga ketersediaan suplai komoditas. 

Kedua, melaksanakan operasi pasar dalam memastikan keterjangkauan harga dengan melibatkan berbagai stakeholders. 

Ketiga, pemanfaatan platform perdagangan digital untuk memperlancar distribusi. 

Keempat, menggunakan anggaran belanja tak terduga dalam pengendalian inflasi, mengoptimalkan dana alokasi khusus (DAK) fisik untuk ketahanan pangan, dan pemanfaatan 2 persen dana transfer umum (DTU) untuk membantu sektor transportasi dan tambahan perlindungan sosial. 

Kelima, mempercepat implementasi program tanam pangan pekarangan, misalnya cabai, untuk mengantisipasi tingginya permintaan di akhir tahun. 

Keenam, menyusun neraca komoditas pangan strategis oleh seluruh pemerintah daerah. 

Ketujuh, memperkuat sarana dan prasarana penyimpanan produk hasil panen, terutama di daerah sentra produksi. 

Kedelapan, memperkuat sinergi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan untuk mempercepat stabilitas harga. 

Sementara Wakil Menteri Dalam Negeri, John Wempi Wetipo menyampaikan bahwa hal penting yang dapat menjadi kunci keberhasilan pengendalian inflasi, di antaranya menggalakkan Gerakan Tanam Pangan Cepat Panen, mengawasi penyaluran BBM subsidi, mengumumkan persentase inflasi di kabupaten/kota setiap bulannya, dan mengintensifkan jaring pengaman sosial. 

Baca Juga: Antisipasi Kenaikan Inflasi, Begini Delapan Strategi Pemerintah
Menko Ingatkan untuk Bersiap Inflasi Lebih Tinggi dari Pertumbuhan Ekonomi

Selain itu, kinerja TPID juga perlu ditingkatkan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, serta merespons cepat atas perkembangan harga dari hari ke hari. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Agustus sebesar 4,69 persen (year-on-year/yoy). 

Meskipun masih berada di atas 4 persen, tingkat inflasi pada bulan tersebut relatif rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat mencapai 4,94 persen pada Juli 2022.  Akan tetapi jika melihat data secara bulanan, Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Agustus tercatat mengalami deflasi  0,21 persen (month-to-month/mtm) pada Agustus 2022.

Video Terkait